Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Mengenal Startup Bootstrap, Bisa Sebabkan Gelombang PHK Karyawan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Startup bootstrap adalah strategi yang disebut-sebut bisa menghindarkan perusahaan rintisan dari badai pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para karyawan.
Badai PHK ini sebelumnya menerjang beberapa startup Indonesia seperti Zenius, LinkAja, dan Tanihub. Startegi boostrap mengharuskan para startup memodali sendiri bisnisnya tanpa mengandalkan pihak ketiga. Seluruh sumber daya yang dipakai juga berasal dari pihak internal.
Dengan modal yang terbatas, diharapkan penggunaan dana bisa lebih cermat dan tepat sehingga meminimalkan potensi buang-buang dana.
Melansir Investopedia, bootstrap adalah pendekatan budaya bisnis minimalis untuk memulai sebuah perusahaan. Proses ini biasanya mengacu pada dimulainya proses mandiri tanpa bantuan dari pihak ekternal.
Wirausahawan yang melakukan bootstrap akan memulai bisnis mandiri, memasarkannya, dan menumbuhkan bisnis dengan menggunakan sumber daya atau uang yang terbatas. Bootstrap bisa dilakukan dengan melihat hal-hal berikut ini:
1. Sumber pembiayaan pemilik berupa penggunaan pendapatan pribadi atau tabungan untuk berbisnis.
2. Utang atas nama pribadi yang biasanya menggunakan kartu kredit.
3. Sweat equity atau kontribusi suatu pihak kepada perusahaan dalam bentuk usaha.
4. Biaya operasional yang bisa dibuat serendah mungkin.
5. Subsidi keuangan yang berupa bantuan dana usaha dari pemerintah atau pengurangan pajak.
Bootstrap kemungkinan akan menjadi bagian dari sejarah hampir setiap perusahaan yang sukses. Dalam banyak kasus, perusahaan-perusahaan ini sepenuhnya menggunakan sistem bootstrap sebelum manajemen menerima modal ventura atau cara lain dari pendanaan luar.
Walau demikian, pengusaha yang melakukan bootstrap untuk diri mereka sendiri demi meraih kesuksesan adalah hal yang langka dan jarang ditemukan. Untuk memulai bisnis dan mewujudkannya dengan sukses dibutuhkan perpaduan yang baik antara kepercayaan diri, toleransi risiko, disiplin diri, tekad, dan daya saing.
Bootstrappers mengambil ide membangun bisnis yang berharga tanpa dukungan dari investor dan memiliki sedikit atau tanpa modal awal. Dibutuhkan dedikasi yang besar, etika kerja yang baik, dan pikiran tunggal yang murni untuk mencapai kesuksesan dengan cara ini. Beberapa pengusaha terhebat seperti Sam Walton dan Steve Jobs merupakan contoh dari karakter ini. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2843 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1086 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 481 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 393 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun