Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Kalah di Indonesia Open 2022, HK Vittinghus Ungkap Kelebihan Ginting
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tunggal putra Denmark, HK Vittinghus menyebutkan kelebihan Anthony Ginting yang berhasil mengalahkan dirinya di Indonesia Open 2022, Kamis (16/6/2022).
Anthony Ginting bertemu dengan HK Vittinghus di babak 16 besar Indonesia Open 2022. Hasilnya tunggal putra tanah air tersebut sukses meraih kemenangan mudah.
Pebulu tangkis berusia 25 tahun tersebut berhasil menang straight game denganskor 21-17 dan 21-9. Mengomentari hasil itu, HK Vittinghus mengakui kehebatan yang dimiliki ginting.
HK Vittinghus mengungkapkan hal tersebut via Instagramnya. Ia mengaku sudah tampil dengan baik, tapi Ginting bermain lebih cepat ketimbang dirinya.
"Hari ini saya sudah mencoba yang terbaik, tapi Anthony Ginting bermain lebih cepat untuk saya!" tulisnya di keterangan postingannya.
Pebulu tangkis Denmark itu berharap agar semoga dirinya bisa kembali untuk bermain Indonesia Open tahun depan. HK Vittinghus juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan.
"Semoga saya bisa kembali tahun depan, jadi saya bisa bermain di Indonesia Open sekali lagi. Terima kasih semua, Indonesia adalah tempat bermain bulu tangkis yang terbaik di dunia!," pungkas pebulu tangkis berusia 36 tahun itu.
Sementara itu, Anthony Ginting bakal menghadapi wakil dari Denmark lainnya setelah mengalahkan HK Vittinghus. Tunggal putra Indonesia ini akan melawan Viktor Axelsen pada perempatfinal Indonesia Open 2022.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1055 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 359 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 318 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun