Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Ganti Kewarganegaraan, Petenis Rusia Bisa Tampil di Wimbledon 2022
BERITABALI.COM, DUNIA.
Petenis kelahiran Moscow, Natela Dzalamidze akan bisa berkompetisi di Wimbledon 2022 kendati petenis Rusia dan Belarusia dilarang bertanding pada kejuaraan tahun ini, setelah ia berganti kewarganegaraan dengan mewakili Georgia.
Petenis berusia 29 tahun itu didaftarkan sebagai berasal dari Georgia dalam entri Wimbledon untuk ganda putri, berpasangan dengan Aleksandra Krunic dari Serbia. Kewarganegaraannya adalah Georgia dalam laman WTA Tour, seperti dilansir Reuters, Senin (20/6/2022).
Pada April lalu, All England Lawn Tennis Club (AELTC) melarang pemain Rusia dan Belarusia dari kompetisi di Wimbledon karena invasi ke Ukraina, yang disebut oleh Moscow sebagai "operasi militer khusus". Belarusia telah menjadi area kunci dari invasi tersebut.
AELTC mengaku tidak punya keterlibatan dalam perubahan kewarganegaraan pemain tersebut.
"Kewarganegaraan pemain, yang didefinisikan sebagai bendera yang membawahi mereka bermain pada event profesional, adalah proses yang disepakati yang diatur oleh tur dan ITF," kata juru bicara AELTC kepada Reuters melalui surat elektronik.
WTA dan ITF tidak segera merespon permintaan untuk berkomentar.
Wimbledon, turnamen Grand Slam lapangan rumput yang akan dimulai kembali pada 27 Juni 2022, telah dicoret poin ranking-nya oleh ATP dan WTA Tour karena keputusannya mengucilkan petenis Rusia dan Belarusia.
Awal bulan ini, Asosiasi Tenis Amerika Serikat mengatakan petenis Rusia dan Belarusia akan diizinkan bertanding di US Open tahun ini di bawah bendera netral. [Antara]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 902 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 280 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun