Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
YouTube Rilis Fitur Correction, Bisa Perbaiki Video Tanpa Upload Ulang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
YouTube memerkenalkan sebuah fitur baru bernama Correction. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengoreksi sebuah video tanpa perlu dihapus. Selama ini beberapa pengguna kerap kali menghapus video apabila ada beberapa klip yang perlu diedit.
Akibat itu, mereka memerlukan waktu tambahan untuk memperbaiki dan upload ulang video. Dengan fitur Correction, kreator bisa lebih mudah untuk menambahkan catatan informasi koreksi di video pada detik tertentu.
"Dengan peluncuran Correction, kreator konten dapat memperhatikan koreksi dan klarifikasi dalam deskripsi video mereka yang sudah diterbitkan," kata YouTube, dilansir dari Social Media Today, Selasa (21/6/2022).
Fitur Correction ini tampil di sudut kanan atas saat video dimainkan. Jika diklik, maka itu menampilkan sebuah timestamp yang deskripsinya bisa ditulis kreator untuk klarifikasi atau pernyataan tambahan.
Namun, Correction ini bukan berarti mengubah video secara keseluruhan. Kreator hanya bisa menambahkan deskripsi singkat di detik tertentu untuk menjelaskan lebih banyak informasi apabila dinilai kurang.
Meski demikian, fitur ini tetap dinilai berguna ketimbang kreator mesti hapus dan upload ulang video dengan kesalahan kecil. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4594 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2405 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2060 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1661 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1097 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun