Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 20 Agustus 2026
Mega: Siapa yang Manuver Saya Pecatin
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Viral di media sosial Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan bagi kader yang membuat manuver untuk penentuan calon presiden (capres) agar segera keluar sebelum dipecat.
"Siapa yang berbuat manuver keluar, karena tidak ada dalam PDIP main 2 kaki main 3 kaki, melakukan manuver," tandasnya, saat sambutan pembukaan Rakernas di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21/6).
Megawati mengingatkan seluruh kader bahwa dia memiliki hak prerogatif sebagai Ketua Umum untuk menentukan calon presiden. Amanat tersebut menjadi haknya, setelah seluruh kader secara mufakat memilihnya menjadi Ketua Umum. Megawati juga mengingatkan seluruh kader agar tidak berkomunikasi mendahuluinya terkait urusan koalisi.
"Ingat loh lebih baik keluar deh dari pada saya pecati kamu, saya pecati," tegasnya.
Megawati pun meminta semua kader untuk bersabar menunggu keputusannya dalam menentukan siapa sosok yang akan menjadi capres atau cawapres dalam Pemilu 2024 nanti, termasuk juga partai koalisi yang akan digandeng PDIP.
Sebelumnya dalam media sosial, dalam vlog Puan Maharani terlihat Presiden Joko Widodo menghadap Megawati. Belum diketahui apa agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4594 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2405 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2060 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1661 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1097 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun