Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Cara Aman Menggunakan Headset atau Earphone
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Headset atau earphone kini menjadi salah satu perangkat komunikasi penunjang hampir seluruh aktivitas. Tidak jarang kita merasa sakit pada bagian telinga karena harus menggunakan headset atau earphone.
Direktur Sales PT. WOOK Global Technology Rosita Su mengungkapkan, disadari atau tidak, pemakaian earphone yang berlebihan bisa mengakibatkan efek lain seperti nyeri, iritasi, dan infeksi.
"Oleh karena itu lebih baik gunakan earphone dengan frekuensi suara yang tidak terlalu keras dan mengurangi durasi pemakaiannya,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (22/6/2022).
Rosita membagikan tips agar tetap aman menggunakan earphone:
1. Lakukan trik 60/60, gunakan earphone tidak lebih dari 60 menit per hari, dan 60 persen dari volume maksimal.
2. Maksimal satu Jam dalam sehari, menurut WHO, penggunaan earphone baiknya dibatasi tidak lebih dari satu jam sehari agar durasi pemakaian tetap terjaga dan tidak berdampak terhadap kondisi telinga.
3. Jaga kebersihan telinga, pemakaian earphone dapat membuat telinga tersumbat kotoran sehingga akan menumpuk dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi dan iritasi.
4. Gunakan perangkat yang tepat, menggunakan earphone atau headset yang memiliki fitur peredam bising (noise limiter). Tetap ingat untuk membatasi volume suara.
5. Jaga kebersihan earphone atau headset, bersihkan earphone dan headset secara berkala cukup dengan melepaskan bagian silikonnya dan redam menggunakan air yang dicampur sabun. Setelah beberapa menit, angkat dan seka menggunakan handuk bersih hingga benar-benar kering.
Pemakaian headset atau earphone jadi perangkat yang bisa diandalkan untuk menjaga konsentrasi atau meeting online. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun