Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Jasad Orok Membusuk Ditemukan di Selokan Sidakarya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sesosok mayat orok ditemukan oleh warga di dalam selokan di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Selasa 28 Juni 2022 sore.
Saat ditemukan, mayat orok berjenis kelamin perempuan itu dalam kondisi membusuk dan sudah dikerubuti belatung. Diduga kuat mayat orok tersebut sengaja dibuang oleh ibu kandungnya untuk menutupi aib. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, penemuan mayat orok tersebut berlangsung sekitar pukul 18.00 WITA. Penemunya dua warga yang sedang melintas di TKP, persis di timur Adora.
Salah seorang saksi warga yakni Komang Warsini (27) dan temannya sore itu sedang berjalan kaki. Keduanya pun bermaksud melihat selokan. Namun saat menoleh ke kiri keduanya kaget melihat mayat orok sudah dalam keadaan membusuk.
"Saksi menoleh ke arah selokan kecil dan kaget melihat ada jasad orok. Saksi lantas melaporkan ke warga sekitar," ungkap Iptu Sukadi.
Menerima laporan warga, Polsek Denpasar Selatan segera menuju TKP. Selanjutnya sekitar pukul 19.30 WITA, tim Identifikasi Polresta Denpasar datang untuk mengecek kondisi mayat tersebut.
Dijelaskan Iptu Sukadi, kali pertama ditemukan mayat orok dalam posisi terlentang, kepala menghadap atas. Sedangkan di sekujur tubuh sudah dalam keadaan membusuk serta ditemukan belatung pada bagian pusar dan kepalanya.
Setelah dilakukan pengecekan sekitar pukul 19.50 WITA, jasad orok berjenis kelamin perempuan itu dievakuasi ke RSUP Sanglah dengan mobil ambulans milik BPBD Kota Denpasar.
"Polsek Densel masih menyelidiki siapa pelaku pembuang orok," ungkapnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun