Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Bakar Sampah di Pekarangan, Rumah Warga Jembrana Terbakar
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rumah milik I Made Brata (53) yang beralamat Jalan Pulau Komodo, Lingkungan Dauhwaru, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan/Kabupaten Jembrana ludes dilahap si jago merah, Sabtu (09/07/2022).
Kejadian ini disebabkan karena lalai saat membakar sampah di pekarangan rumah. Semua harta benda miliknya tidak bisa terselamatkan.
Tetangga korban Ni Putu Wiani yang tinggal di selatan rumah mengatakan saat akan melakukan persembahyangan, ia mendengar suara ledakan di rumah. Dan rumah tua tempat penyimpanan kayu ternyata telah hangus terbakar. Seketika itu, ia langsung meminta tolong pada warga untuk memadamkan api.
Ni Putu Wiani menyampaikan, berawal dari Ni Nyoman Parisadi saat membakar sampah di pekarangan rumah dan angin saat itu kencang. Api yang membesar melahap ruang ke timur hingga menghabiskan seisi rumah.
"Setelah sampah diperkirakan habis terbakar kemudian Ni Nyoman Parisadi meninggalkan rumah ke tetangganya dan mengobrol di sana," jelasnya.
Ni Putu Wiani berkata, kemudian mendengar anaknya yang masih berada di dalam rumah berteriak-teriak memanggil ibunya, setelah melihat kobaran api pada gudang kayu.
"Ni Nyoman Parisadi berusaha memadamkan api bersama tetangga sekitar dengan menggunakan air kolam miliknya. Akan tetapi semakin besar anak menghubungi Made Brata, dan langsung menghubungi Damkar Jembrana," tuturnya.
Kejadian kebakaran sekira pukul 13.30 WITA yang dipimpin Kasi Damkar Bagus Darmawan tiba di tempat kejadian, bergotong-royong bersama warga, sehingga api dapat dipadamkan pukul 15.20 WITA. Akibat kejadian ini meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi ditaksir kisaran Rp1,5 miliar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun