Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Twitter Akan Gugat Elon Musk, Paksa Rampungkan Proses Akuisisi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Twitter telah menyewa sebuah firma hukum di Amerika Serikat untuk menggugat Elon Musk dan memaksa salah satu manusia terkaya di dunia tersebut untuk merampungkan proses akuisisi yang dibatalkan sepihak pekan lalu.
Firma hukum Wachtell, Lipton, Rosen & Katz LLP yang berbasis di New York akan mewakili Twitter untuk menggugat Elon Musk, demikian diwartakan Reuters, Minggu (10/7/2022) berdasarkan laporan dari sumber yang mengetahui langkah hukum tersebut.
Rencananya gugatan itu akan didaftarkan di Delaware. Twitter sendiri belum memastikan soal gugatan terhadap Musk itu.
Elon Musk, pada Jumat (8/7/2022), mengumumkan membatalkan akuisisi Twitter. Dia bilang, Twitter gagal menyediakan informasi tentang akun palsu dalam platform media sosial tersebut.
Wachtell, Lipton, Rosen & Katz LLP adalah firma hukum yang juga pernah dipakai jasanya oleh Musk untuk mengubah Tesla menjadi tertutup pada 2018 lalu. Musk ketika itu bilang telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 72 miliar dolar AS untuk memuluskan rencana itu.
Baca juga:
Twitter PHK Hampir 100 Karyawan
Tetapi rencana itu urung dilaksanakan. Musk dan Tesla, sebagai akibatnya, dipaksa oleh pengadilan untuk membayar denda sebesar 20 juta dolar AS. Selain itu Musk juga dipaksa mundur dari jabatannya sebagai chairman Tesla karena dituding membohongi investor.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5505 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2315 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1128 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan