Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Love and Thunder Jadi Film Thor dengan Box Office Tertinggi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Thor: Love and Thunder sukses mendulang box office dengan pendapatan akhir pekan pertama alias debut mencapai US$143 juta atau setara dengan Rp2,1 triliun (US$1=Rp14.979). Dengan capaian tersebut, disebut Entertainment Weekly pada Minggu (10/7), Thor 4 menjadi film Thor dengan pendapatan debut tertinggi.
Angka itu melebihi Thor: Ragnarok (2017) dengan US$122,7 juta, Thor (2011) dengan US$65,7 juta, dan The Dark World (2013) dengan US$85,7 juta.
Menurut data Comscore, Thor: Love and Thunder mencetak angka US$302 juta secara global atau Rp4,5 triliun.
Capaian global ini, dilaporkan Deadline pada Minggu (10/7), menjadi akhir pekan Hollywood ketiga terbesar selama era pandemi, dan kedua terbaik pada 2022 setelah Doctor Strange in The Multiverse of Madness.
Di pasar internasional, Korea Selatan menjadi pasar terbesar dengan US$15,3 juta, Inggris Raya dengan US$14,8 juta, Australia dengan US$13,8 juta, dan Meksiko dengan US$11,8 juta.
Dalam Thor: Love and Thunder, Chris Hemsworth kembali memerankan karakter ikonisnya sebagai seorang Dewa Guntur.
Kali ini, ia juga bertemu dengan beberapa nama lama seperti Natalie Portman sebagai Jane Foster, dan Tessa Thompson sebagai Valkyrie. Jane Foster yang merupakan mantan kekasih dari Thor di film-film sebelumnya, kini menjelma menjadi Mighty Thor.
Selain itu, dalam Thor: Love and Thunder, sang Dewa Guntur berhadapan dengan Gorr the God Butcher (Christian Bale) yang berambisi menghabisi seluruh dewa dia alam semesta.
Sementara itu, sang sutradara Taika Waititi, mendeskripsikan film ini sebagai sebuah film untuk mempertontonkan Thor yang tengah menjalani "krisis pada usia paruh baya".
"Ini bukanlah film yang serius, dan ini juga bukan drama, tapi kami berhasil menyetujui beberapa ide yang mana menurutku banyak manusia akan juga menghadapinya - tema universal tentang cinta dan rasa kehilangan, serta tempat kita di dunia ini," jelas Waititi.
"Semua orang memiliki beberapa pertanyaan serupa dalam film ini seperti: Apa tujuanmu? Apa alasan bahwa kamu adalah pahlawan, dan apa yang kamu lakukan ketika memiliki semua kekuatan itu?," tambahnya.
"Itu sangat menggambarkan sebuah film krisis paruh baya," katanya Waititi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7779 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan