Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Presiden Sri Lanka Diklaim Kabur ke Luar Negeri
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, dikabarkan berupaya kabur ke luar negeri setelah mengungsi ke sebuah pangkalan angkatan udara yang berada dekat dengan bandara internasional utama negara itu, Senin (11/7). Rajapaksa kabur mengungsi usai rumahnya digeruduk ribuan massa yang mendesak ia mundur pada akhir pekan lalu imbas krisis ekonomi yang memburuk di negara bangkrut itu.
Seorang pejabat kementerian pertahanan mengatakan Rajapaksa sempat mengungsi ke fasilitas angkatan laut di timur laut Sri Lanka. Namun, Rajapaksa kemudian dibawa ke pangkalan udara Katunayake yang berbatasan dengan bandara internasional utama negara itu.
"Dia [Rajapaksa] dan rombongannya diterbangkan kembali ke Kolombo dengan dua helikopter Bell 412," kata pejabat itu.
Informasi ini muncul kala beberapa media lokal mengatakan Rajapaksa berupaya terbang ke Dubai pada Senin (11/7). Meski demikian, beberapa pejabat bandara menyampaikan empat pesawat komersial yang menuju negara Timur Tengah terbang tanpa membawa Rajapaksa.
Rajapaksa mengaku tak akan meninggalkan Sri Lanka menggunakan fasilitas publik, kata beberapa pejabat bandara. Petugas imigrasi bahkan menolak ke ruangan VIP untuk memberikan cap ke paspor Rajapaksa.
Sebuah sumber militer mengatakan Rajapaksa, yang tetap menjadi panglima angkatan bersenjata, memiliki pilihan untuk bepergian dengan pesawat angkatan udara. Sementara itu, kantor kepresidenan Sri Lanka masih belum memberikan kabar resmi mengenai keberadaan Rajapaksa.
Walaupun demikian, seorang sumber militer mengatakan Rajapaksa masih dapat kabur menggunakan pesawat angkatan udara, mengingat ia merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata Sri Lanka.
Sri Lanka sendiri dilanda kekacauan setelah kerumunan massa menyerbu rumah presiden dan perdana menteri negara itu pada Sabtu (9/7). Serbuan itu dilakukan karena masyarakat marah atas krisis Sri Lanka yang semakin parah.
Melihat gerombolan massa yang menyasar rumah Rajapaksa, pemimpin Sri Lanka tersebut diungsikan dan meninggalkan uang senilai US$50.000 atau setara Rp749 juta di rumahnya.
Beberapa pejabat juga menyampaikan Rajapaksa meninggalkan satu tas berisikan dokumen di rumahnya, seperti dikutip AFP. Sementara itu, demonstrasi tersebut membuat Rajapaksa setuju untuk mengundurkan diri pada Rabu (13/7).
Jika Rajapaksa benar-benar mengundurkan diri, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe digadang bakal menjabat sebagai presiden negara itu. Namun, Wickremesinghe sempat menyampaikan ia juga ingin mengundurkan diri.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan