Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Presiden Sri Lanka Diklaim Kabur ke Luar Negeri
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, dikabarkan berupaya kabur ke luar negeri setelah mengungsi ke sebuah pangkalan angkatan udara yang berada dekat dengan bandara internasional utama negara itu, Senin (11/7). Rajapaksa kabur mengungsi usai rumahnya digeruduk ribuan massa yang mendesak ia mundur pada akhir pekan lalu imbas krisis ekonomi yang memburuk di negara bangkrut itu.
Seorang pejabat kementerian pertahanan mengatakan Rajapaksa sempat mengungsi ke fasilitas angkatan laut di timur laut Sri Lanka. Namun, Rajapaksa kemudian dibawa ke pangkalan udara Katunayake yang berbatasan dengan bandara internasional utama negara itu.
"Dia [Rajapaksa] dan rombongannya diterbangkan kembali ke Kolombo dengan dua helikopter Bell 412," kata pejabat itu.
Informasi ini muncul kala beberapa media lokal mengatakan Rajapaksa berupaya terbang ke Dubai pada Senin (11/7). Meski demikian, beberapa pejabat bandara menyampaikan empat pesawat komersial yang menuju negara Timur Tengah terbang tanpa membawa Rajapaksa.
Rajapaksa mengaku tak akan meninggalkan Sri Lanka menggunakan fasilitas publik, kata beberapa pejabat bandara. Petugas imigrasi bahkan menolak ke ruangan VIP untuk memberikan cap ke paspor Rajapaksa.
Sebuah sumber militer mengatakan Rajapaksa, yang tetap menjadi panglima angkatan bersenjata, memiliki pilihan untuk bepergian dengan pesawat angkatan udara. Sementara itu, kantor kepresidenan Sri Lanka masih belum memberikan kabar resmi mengenai keberadaan Rajapaksa.
Walaupun demikian, seorang sumber militer mengatakan Rajapaksa masih dapat kabur menggunakan pesawat angkatan udara, mengingat ia merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata Sri Lanka.
Sri Lanka sendiri dilanda kekacauan setelah kerumunan massa menyerbu rumah presiden dan perdana menteri negara itu pada Sabtu (9/7). Serbuan itu dilakukan karena masyarakat marah atas krisis Sri Lanka yang semakin parah.
Melihat gerombolan massa yang menyasar rumah Rajapaksa, pemimpin Sri Lanka tersebut diungsikan dan meninggalkan uang senilai US$50.000 atau setara Rp749 juta di rumahnya.
Beberapa pejabat juga menyampaikan Rajapaksa meninggalkan satu tas berisikan dokumen di rumahnya, seperti dikutip AFP. Sementara itu, demonstrasi tersebut membuat Rajapaksa setuju untuk mengundurkan diri pada Rabu (13/7).
Jika Rajapaksa benar-benar mengundurkan diri, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe digadang bakal menjabat sebagai presiden negara itu. Namun, Wickremesinghe sempat menyampaikan ia juga ingin mengundurkan diri.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5037 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3422 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2160 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 873 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan