Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Presiden Sri Lanka Diklaim Kabur ke Luar Negeri
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, dikabarkan berupaya kabur ke luar negeri setelah mengungsi ke sebuah pangkalan angkatan udara yang berada dekat dengan bandara internasional utama negara itu, Senin (11/7). Rajapaksa kabur mengungsi usai rumahnya digeruduk ribuan massa yang mendesak ia mundur pada akhir pekan lalu imbas krisis ekonomi yang memburuk di negara bangkrut itu.
Seorang pejabat kementerian pertahanan mengatakan Rajapaksa sempat mengungsi ke fasilitas angkatan laut di timur laut Sri Lanka. Namun, Rajapaksa kemudian dibawa ke pangkalan udara Katunayake yang berbatasan dengan bandara internasional utama negara itu.
"Dia [Rajapaksa] dan rombongannya diterbangkan kembali ke Kolombo dengan dua helikopter Bell 412," kata pejabat itu.
Informasi ini muncul kala beberapa media lokal mengatakan Rajapaksa berupaya terbang ke Dubai pada Senin (11/7). Meski demikian, beberapa pejabat bandara menyampaikan empat pesawat komersial yang menuju negara Timur Tengah terbang tanpa membawa Rajapaksa.
Rajapaksa mengaku tak akan meninggalkan Sri Lanka menggunakan fasilitas publik, kata beberapa pejabat bandara. Petugas imigrasi bahkan menolak ke ruangan VIP untuk memberikan cap ke paspor Rajapaksa.
Sebuah sumber militer mengatakan Rajapaksa, yang tetap menjadi panglima angkatan bersenjata, memiliki pilihan untuk bepergian dengan pesawat angkatan udara. Sementara itu, kantor kepresidenan Sri Lanka masih belum memberikan kabar resmi mengenai keberadaan Rajapaksa.
Walaupun demikian, seorang sumber militer mengatakan Rajapaksa masih dapat kabur menggunakan pesawat angkatan udara, mengingat ia merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata Sri Lanka.
Sri Lanka sendiri dilanda kekacauan setelah kerumunan massa menyerbu rumah presiden dan perdana menteri negara itu pada Sabtu (9/7). Serbuan itu dilakukan karena masyarakat marah atas krisis Sri Lanka yang semakin parah.
Melihat gerombolan massa yang menyasar rumah Rajapaksa, pemimpin Sri Lanka tersebut diungsikan dan meninggalkan uang senilai US$50.000 atau setara Rp749 juta di rumahnya.
Beberapa pejabat juga menyampaikan Rajapaksa meninggalkan satu tas berisikan dokumen di rumahnya, seperti dikutip AFP. Sementara itu, demonstrasi tersebut membuat Rajapaksa setuju untuk mengundurkan diri pada Rabu (13/7).
Jika Rajapaksa benar-benar mengundurkan diri, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe digadang bakal menjabat sebagai presiden negara itu. Namun, Wickremesinghe sempat menyampaikan ia juga ingin mengundurkan diri.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3017 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2069 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2037 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun