Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Presiden Serbia Sebut Perang Dunia III Sudah Meletus
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan perang Rusia dengan Ukraina merupakan konflik global. Hal ini disebabkan negara barat saat ini berjejer menentang Rusia, melalui Ukraina.
"Pembicaraan bahwa itu adalah perang regional atau lokal harus ditinggalkan. Seluruh negara barat berperang melawan Rusia melalui Ukraina ini adalah konflik global," kata Vucic sekutu Putin.
Serbia memiliki ikatan kuat dengan Rusia secara politik, ekonomi dan budaya. Dimana sejauh ini Vucic menolak berpihak pada negara Barat dalam menjatuhkan sanksi atas perang Putin terhadap Ukraina. Selain itu, negara ini juga bergantung seluruhnya pada gas Rusia.
Namun Maret lalu Serbia memilih resolusi PBB yang menuntut Rusia mengakhir invasi, dan menarik pasukannya keluar dari Ukraina. Dalam konferensi pers bulan lalu, Vucic mengklaim banyak negara Uni Eropa berada dalam perang langsung dengan Rusia.
Dia juga menjelaskan negaranya yang merupakan calon anggota Uni Eropa berada pada posisi sulit karena tekanan untuk menjatuhkan sanksi kepada Rusia.
"Banyak negara Uni Eropa sedang berperang langsung melawan Rusia, mereka mengirim Howitzer, Pesawat S-300 ke Ukraina, dan menurut anda bagaimana mereka akan memperlakukan kita. Mengapa posisi kami akan sangat sulit," jelasnya.
Bulan lalu, pembawa acara dan tamu TV pemerintah Rusia juga menyinggung konflik Ukraina sebagai perang dunia, bahkan menyatakan Perang Dunia III telah dimulai.Ukraina bisa menjadi awal dari konflik yang berpotensi lebih besar dengan barat.
"Operasi khusus Rusia di Ukraina telah berakhir, dalam arti perang sesungguhnya telah dimulai:perang dunia III," kata pembawa acara Olga Skabeeva.
Profesor Politik Dunia di Universitas Negeri Moskow, Alexei Fenenko juga mengatakan dia yakin konflik yang lebih besar dengan Barat mungkin akan terjadi di masa depan.
"Bagi kami perang di Ukraina adalah latihan. untuk kemungkinan konflik yang lebih besar di masa depan. kami akan menguji dan membandingkan senjata NATO dengan senjata kami sendiri ... ini mungkin menjadi pengalaman besar bagi masa depan kami. Konflik ini adalah eksperimen yang menakutkan," jelasnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 880 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 747 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 565 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 532 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik