Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Bukan Ukraina, Rusia Serang Negara Ini dan Tewaskan 7 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia melakukan serangan udara ke negara bukan Ukraina. Negara itu adalah Suriah. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan serangan dilakukan di pedesaan Jisr al-Shughur, Suriah bagian barat, akhir pekan kemarin. Akibatnya tujuh orang tewas termasuk empat anak-anak.
Baca juga:
Gunung Api Sakurajima di Jepang Erupsi
"Anak-anak (yang tewas) semuanya berusia di bawah 10 tahun," kata Rami Abdel Rahman, kepala observatorium yang berbasis di Inggris itu.
"Enam dari korban dipastikan adalah warga sipil," tambahnya seraya menyebut ada banyak orang termasuk perempuan dan anak-anak masih terperangkap di bawah gedung yang hancur akibat serangan.
Rusia sendiri adalah pendukung utama rezim Presiden Bashar al-Assad. Dengan dukungan Rusia dan Iran, Damaskus merebut kembali sebagian besar tanah yang hilang pada tahap awal konflik yang meletus pada 2011, akibat pemberontakan oposisi.
Diketahui kelompok kontra al-Assad berada di sejumlah wilayah seperti Provinsi Idlib dan Aleppo, Hama dan Latakia. Para korban serangan terbaru ini diketahui pengungsi dari Hama.
Perang Suriah telah menewaskan hampir setengah juta orang. Konflik memaksa setengah dari populasi meninggalkan rumah mereka.
Ayhman Mozan, 31, mengaku kehilangan keempat anaknya dalam serangan Rusia tersebut. Dia mengaku, dirinya dan keluarganya sedang tidur ketika serangan pertama menghantam rumah mereka.
"Anak-anak saya pergi... orang-orang yang paling saya sayangi di hati saya telah tiada," katanya sambal berbaring di ranjang rumah sakit di kota perbatasan Darkush.
Dia membantu menyelamatkan istrinya dari bawah reruntuhan. Tetapi ketika dia mencari anak-anaknya, dia tidak dapat menemukan mereka.
"Rumah itu telah hancur total," kata seorang koresponden AFP di lokasi serangan.
Selain di Suriah, Rusia juga diketahui tengah berperang dengan Ukraina. Moskow menyerang Kyiv sejak 24 Februari dan belum mengakhirinya meski diberondong sanksi internasional.
Sementara itu, awal pekan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan pemimpin Iran dan Turki terkait masalah Suriah di Teheran. Turki juga terlibat perang Suriah namun membela kelompok oposisi.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4116 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1411 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun