Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
Ada Sinyal Subsidi BBM dan Listrik Bakal Dicabut
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mempersiapkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang semakin efektif. Terutama dalam belanja subsidi.
"Kita harus mendorong belanja produktif. Subsidi BBM dan subsidi listrik itu gak efisien," ungkap Rofyanto Kurniawan, Direktur Penyusunan APBN, DItjen Anggaran Kementerian Keuangan dalam Konsultasi Publik RUU APBN Tahun Anggaran 2023 yang ditayangkan melalui akun Youtube Ditjen Anggaran, Senin (25/7/2022).
Tahun ini pemerintah menggelontorkan subsidi energi sebesar Rp520 triliun, meliputi bahan bakar minyak (BBM), listrik dan LPG 3kg. Belanja tersebut termasuk kompensasi yang harus dibayarkan kepada BUMN yang sudah menahan harga dalam dua tahun terakhir ketika pandemi Covid-19.
Besarnya subsidi yang diberikan artinya masyarakat bisa mendapatkan harga energi dengan lebih murah dibandingkan negara lain yang memberlakukan harga keekonomian.
"Memang secara bertahap dan berangsur-angsur kita harus kembalikan ke harga keekonomian. Supaya belanja produktif," jelasnya.
Dengan demikian, subsidi bisa dialihkan ke masyarakat yang membutuhkan. Bukan seperti yang berlangsung saat ini, yakni dinikmati oleh kelas menengah atas.
"Subsidi hanya untuk rakyat miskin dan yang membutuhkan, rakyat mampu menengah ke atas harusnya tidak perlu lagi mendapatkan subsidi," pungkasnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan