Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Sambut Awal Pekan, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.890
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini dibuka naik ke level 6.890 setelah pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup pada level 6.886
Mengutip data RTI, Senin (25/7/2022), IHSG dibuka ke posisi 6.890 dengan naik 3,8 basis poin atau menguat 0,06 persen.
Setelah dibuka tepat pukul 09:00 Wib, laju IHSG terus bergerak naik hingga ke posisi 6.893 atau telah menguat sebesar 0,10 persen.
Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka menguat pada awal perdagangan indeks ini naik 3,0 basis poin atau teraepresiasi 0,32 persen menuju level 977.
Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 168 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp69 miliar dan volume transaksi mencapai 11 ribu kali.
Sebanyak 153 saham menguat, 43 saham melemah dan 239 saham belum ditransaksikan.
CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, memperkirakan laporan kinerja yang membaik di paruh pertama tahun ini akan memberikan sentimen positif pada pergerakan IHSG.
"Perkiraan kinerja yang baik di paruh pertama tahun ini akan dapat memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG hingga berapa waktu mendatang," ungkap William.
Ia memprediksi IHSG bergerak di rentang support 6.686 dan resistance 6.901.
Dia merekomendasikan sejumlah saham, yakni SMRA, BBCA, BBRI, TLKM, UNVR, PWON, ASII, dan BINA.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 338 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 267 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 216 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun