Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 14 Mei 2026
Penembakan di Pesta Kelulusan Filipina, 3 Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya tiga orang dilaporkan tewas akibat penembakan saat upacara perayaan kelulusan di salah satu universitas di Kota Quezon, Filipina, Minggu (24/7). Salah satu korban tewas dalam insiden itu adalah mantan Wali Kota Lamitan, Rose Furigay.
Menurut keterangan kepala kepolisian Kota Quezon, Remus Medina, penembakan ini tampaknya ditujukan untuk membunuh mantan wali kota itu. Medina menerangkan Furigay ditembak saat ia tengah menghadiri kelulusan anak perempuannya di Universitas Ateneo de Manila, salah satu universitas bergengsi Filipina.
Sementara itu, dua korban tewas lainnya adalah petugas keamanan kampus dan pria yang belum teridentifikasi. Imbas penembakan ini, Universitas Ateneo membatalkan acara kelulusan tersebut.
Sementara itu, terduga pelaku, yang sempat terluka setelah baku-tembak dengan petugas keamanan kampus, ditangkap dalam kejar-kejaran mobil. Ia kini sedang diinterogasi, kata Medina.
"Dia tampaknya adalah pembunuh bayaran," tutur Medina. Medina juga menyampaikan pelaku ditemukan dengan membawa dua pistol.
Medina juga menyampaikan pelaku tidak memiliki kerabat dalam acara kelulusan tersebut.
Namun, ia adalah seorang warga asli Kota Lamitan, Provinsi Basilan.
Baca juga:
Gunung Api Sakurajima di Jepang Erupsi
Wilayah tersebut merupakan markas kelompok ekstremis pro-ISIS Abu Sayyaf. Kelompok itu dikenal sering mencuri dan menculik warga.
Sementara itu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dalam sebuah pernyataan berjanji bakal menyelidiki pembunuhan ini dengan sungguh-sungguh.
"Kami meminta badan penegak hukum negara untuk menginvestigasi pembunuhan ini dengan cepat dan teliti, pun membuat siapapun yang terlibat bertanggung jawab," kata Marcos Jr.
Seperti Amerika Serikat, Filipina mengizinkan masyarakat memiliki senjata api dengan izin dan berbagai syarat ketat. Namun, petugas kepolisian di negara itu boleh saja membawa pistol dan senjata api saat berjaga di pusat perbelanjaan, perkantoran, bank, restoran, dan sekolah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1243 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 966 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 797 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik