Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Usaha Roti Rumahan Ini Banyak Terserap di Hotel Berbintang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Salah satu produk roti rumahan di Kedonganan banyak terserap sejumlah hotel bintang 3 hingga bintang 5 di wilayah Badung dan sekitarnya.
Pemilik usaha roti rumahan di Kedonganan I Made Suarsa mengatakan produknya diminati karena cita rasa dan harga yang ditawarkan bersaing. Dengan begitu, para pelanggannya tetap bertahan dan setia.
Suarsa yang juga warga Banjar Kertayasa, Kedonganan, Badung ini mengaku dalam sehari menghabiskan puluhan kilogram tepung sebagai bahan dasar pembuatan roti-roti tersebut.
"Sampai saat ini, memang kami masih tetap melayani permintaan dari hotel-hotel yang ada di sekitar Badung dan sekitarnya," jelasnya.
Menurutnya pesanan paling banyak berdatangan menjelang akhir pekan dengan berat dan jenis beragam. Adapun beberapa jenis roti paling diminati diantaranya croissant, denis, tawar maupun roti burger.
"Tergantung jenis pesanan yang diminati para konsumen, itu yang kami buatkan," ujarnya.
Dalam menjalankan bisnisnya, ia masih terkendala sulit mencari tenaga kerjayang memiliki keahlian dalam hal membuat roti.
Baca juga:
Perusahaan Baim Wong Daftarkan Merek
Suarsa berharap kepada Pemerintah terkait agar semakin gencar berpromosi pariwisata sehingga keterisian kamar hotel meningkat. Dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tentu akan berimbas pada pesanan roti dari hotel.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 341 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 268 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 216 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun