Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Belum Kelar di Ukraina, Rusia Disebut Mau Serang Negara Ini
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia dilaporkan memiliki target serangan militer baru setelah Ukraina. Target ini adalah tetangga Ukraina, Moldova.
Baca juga:
China Latihan Militer Lagi Dekat Taiwan
Rusia sendiri diketahui memiliki ketegangan dengan negara yang beribu kota di Chisinau itu terkait wilayah Transnistria. Wilayah ini merupakan daerah yang dikuasai kelompok separatis yang didukung oleh Moskow.
Menurut penulis, sejarawan, dan pakar sejarah geopolitik Rusia, Yuri Felshtinsky, serangan yang akan dilakukan Rusia ke Moldova dapat dimulai lebih cepat. Apalagi, status Moldova saat ini bukan merupakan anggota aliansi pertahanan NATO sehingga memudahkan Moskow untuk menyerbu negara itu.
"Bahkan sebelum mereka selesai dengan Ukraina, jika mereka mencapai Transnistria dalam prosesnya, mereka akan mulai berperang di sana," jelasnya kepada media Inggris Express, dikutip Newsweek, Senin (15/8/2022).
"Moldova akan berada dalam bahaya saat Rusia pindah ke Transnistria. Jika Ukraina tidak dapat menahan mereka, maka mereka akan mencapai Transnistria dan mereka akan memulai perang di Moldova. Dan Moldova, tentu saja, bukan anggota. dari NATO."
Felshtinsky mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan pernah puas hanya dengan mengamankan kendali atas wilayah Donbas yang memisahkan diri di Ukraina.
Ia menyebut Putin akan tetap mengincar Transnistria dan hal ini ditegaskan oleh 2 ribu tentara Rusia yang saat ini berada di wilayah itu.
Baca juga:
Korut Ancam Musnahkan Korsel dengan Nuklir
"Di Moldova, di Transnistria, ada sekitar 220.000 orang berbahasa Rusia yang mulai diterbitkan paspor Rusia oleh pemerintah Rusia. Mereka pertama kali mulai melakukan ini pada tahun 2014," tambah Felshtinsky.
Para pejabat Rusia sendiri di masa lalu telah menolak gagasan untuk menyerang Moldova. Wakil menteri luar negeri Andrei Rudenko mengatakan pada bulan April bahwa mereka 'ingin menghindari skenario seperti itu.'
Walau begitu, Perdana Menteri Moldova Natalia Gavrilita mengatakan pada akhir Juli bahwa dia 'sangat khawatir' tentang prospek invasi Rusia. Ia juga menyebut bahwa itu 'adalah skenario hipotesis untuk saat ini.'(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 592 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 467 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan