Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Desa Dangin Puri Kaja Panen Perdana Sayuran Hasil Swakelola
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Desa Dangin Puri Kaja pada Jumat (19/8) melakukan giat panen sayuran hasil swakelola Desa. Bibit sayuran yang ditanam beberapa bulan lalu kini sudah bisa dipanen.
Sayuran yang dipanen antara lain kangkung, bayam, pokcoy dan sayur lainnya. Program ini merupakan implementasi program padat karya berbasis ketahanan pangan. Sayuran yang ditanam di area seluas 2 are ini diharapkan dapat memberi warna dan semangat baru bagi kebangkitan ekonomi masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Perbekel Desa Dangin Puri Kaja Anak Agung Ngurah Cahyadi ketika dikonfirmasi terkait giat panen ini.
"Kami juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa pemanfaatan lahan walaupun sempit agar bisa dimaksimalkan untuk penanaman sayur, sebagai upaya ketahanan pangan," ujar Ngurah Cahyadi.
Dirinya menambahkan, selama ini lokasi penanaman sayur yang terletak di Jalan Nangka Selatan Gg Nuri Banjar Umasari ini melibatkan unsur PKK banjar dan juga masyarakat.
Baca juga:
Ini Manfaat Perbanyak Konsumsi Sayuran Hijau
"Intinya, swakelola ini kami melibatkan semua elemen di Desa Dangin Puri Kaja. Jadi dari masyarakat untuk masyarakat juga. Semangat bangkit ekonomi pasca pandemi ingin kami tularkan ke masyarakat," pungkas Ngurah Cahyadi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4143 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1417 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 870 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 753 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun