Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Energi Berbasis Ombak, Swedia Ajak NTB Kerja Sama
BERITABALI.COM, NTB.
Pemerintah Swedia memutuskan untuk mengajak Universitas Mataram (Unram) dalam mengembangkan sumber daya energi berbasis alam dengan membuat diskusi Renewable Energy and Low Carbon Workshop di Gedung Rektorat Unram, Jumat (26/8).
Pemerintah Swedia kini telah berhasil mengembangkan teknologi pembangkit tenaga listrik yang berasal dari gelombang laut. Swedia memilih NTB, karena memiliki potensi laut yang besar untuk dimanfaatkan menjadi energi. Terlebih di wilayah Selat Lombok.
Rektor Unram, Prof Ir Bambang Hari Kusumo M Agr St PhD mengatakan, Pemerintah Swedia memiliki ide untuk mengembangkan sumber daya yang mengandalkan energi dari alam, salah satunya wave energy, yaitu energi yang dapat dihasilkan dari gelombang laut.
“NTB memiliki potensi yang besar sama sekali dalam pemanfaatan renewable energy resources,” ungkap Bambang.
Menurut Bambang, proses kerja sama dengan pemerintah Swedia cukup menjanjikan lantaran NTB, secara konsisten memiliki gelombang laut yang tinggi. Ia berharap agar proses kerja sama tersebut berjalan lancar. Mengenai lokasi pengembangan, masih belum diputuskan.
“Sebab, kami masih menjalin proses diskusi dengan Pemerintah Swedia. Kemungkinan, akan terlaksana di Selat Lombok,” papar Bambang.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Dr Sitti Rohmi Djalillah yang turut hadir dalam diskusi Renewable Energy and Low Carbon Workshop mengatakan sangat tertarik akan ajakan kerja sama dari Pemerintah Swedia lantaran NTB memiliki komitmen yang tinggi terhadap pelestarian lingkungan.
“NTB memiliki destinasi alam yang cukup menarik. Jadi, apabila tidak diperhatikan, kami akan mengalami kerugian yang besar,” ungkap Rohmi.
Dalam diskusi tersebut, Rohmi memaparkan soal komitmen NTB mengenai Net Zero Emissions pada 2050 mendatang. Untuk menyongsong itu, Pemerintah Provinsi mesti menempuh tiga cara.
“Yakni tidak menggunakan energi yang berbasis fosil and fuel, penanaman yang digencarkan melalui program NTB Hijau, serta terus melakukan program pemilihan dan pemilahan sampah melalui NTB Zero Waste,” terang Rohmi.
Menurut Rohmi, ketiga cara tersebut tentu akan dibantu oleh para akademisi, termasuk dari Universitas Mataram dan berbagai perguruan tinggi yang terdapat di NTB.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5475 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3471 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2305 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1101 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan