Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ibu Atta Halilintar Bawa Saffron untuk Anak, Adakah dampaknya?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ibu Atta Halilintar, Lenggogeni Faruk membawa berbagai macam ramuan herbal yang dipercaya bisa membantu pengobatan anaknya yang sedang sakit demam berdarah. Lenggogeni Faruk sengaja mempersiapkan jus jambu, quds al hindi, saffron hingga kurma untuk Atta Halilintar ketika menjenguknya di rumah sakit.
"Ini ada saffron, Quds al hindi bagus buat imun dan kurma Rasulullah," kata Lenggogeni Faruk kepada Atta Halilintar dikutip dari chanel Youtube AH.
Saffron sudah dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan. Tetapi, tak banyak yang tahu kalau saffron bisa membantu melawan demam berdarah.
Para peneliti di Institut Fisika di Universitas Sao Paulo menemukan saffron bisa membantu membatasi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan demam berdarah.
Mereka menemukan ekstrak saffron yang dicampur dengan gula bisa mengikis sistem pencernaan nyamuk dari dalam dan mencegahnya berkembang biak.
"Saat nyamuk terpapar cahaya matahri, zat kimia ini akan mendorong produksi oksigen reaktif lainnya. Bentuk oksigen beracun ini akan membunuh nyamuk aedes aegypti," kata para peneliti dikutip dari Malay Mail.
Karena itu, mereka mengusulkan menggunakan saffron yang menyediakan zat untuk menonaktifkan dan membunuh larva aedes aegypti dengan cara yang cepat dan tidak agresif terhadap lingkungan.
Temuan penelitian ini pun diharapkan memberikan pandangan baru dalam memerangi demam berdarah. Karena, mereka telah membuktikan semua larva yang sengaja dibiakkan di air mengandung senyawa saffron akan mati setelah 1 hingga 2 jam.
Dilansir dari Alodokter, saffron pun boleh dikonsumsi ketika orang sedang demam. Konsumsi saffron justru akan memberikan efek antioksidan dan antiradang. Karena itu, mengonsumsi saffron ketika sakit demam justru akan membantu memperbaiki kondisi Anda. Tapi, saffron tetap bukan obat dari setiap penyakit.
Anda tetap membutuhkan pengobatan medis dari dokter, istirahat cukup dan memenuhi kebutuhan cairan ketika sakit demam.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun