Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
Crazy Rich Taiwan Sumbang Rp487 M Untuk Lawan China
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang crazy rich Taiwan berencana melatih tiga juta warga menjadi 'pejuang sipil' untuk bersiap melawan invasi China di pulau itu.
Robert Tsao, pendiri perusahaan mikrocip United Microelectronics Corp (UMC), mendonasikan dana pribadinya senilai TW$1 miliar (Rp487 miliar) untuk pertahanan Taiwan.
Tsao menuturkan sebanyak TW$600 juta (Rp292 miliar) dana pemberiannya bakal digunakan untuk melatih tiga juta "pejuang beruang hitam" dalam tiga tahun ke depan. Latihan ini bakal dilangsungkan bersama militer pulau itu.
Sementara itu, sebanyak TW$400 juta (Rp195 miliar) bakal digunakan untuk melatih 300 ribu penembak jitu. Sebagaimana diberitakan AFP, donasi ini Tsao berikan setelah pasukan China melangsungkan latihan militer untuk merespons kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Nancy Pelosi.
Akibat kunjungan itu, China mengerahkan kapal perang, rudal, dan jet tempur ke perairan dan ruang udara di sekitar Taiwan. Itu merupakan latihan militer paling agresif yang dilakukan China sejak pertengahan 1990-an.
Tsao sendiri merupakan salah satu pebisnis Taiwan yang kerap mengkritik Beijing meski ia tak lagi memiliki kewarganegaraan Republik China (Taiwan), dikutip dari Focus Taiwan.
"Ancaman Partai Komunis China ke Taiwan semakin besar, dan pertarungan melawan mereka merujuk pada kebebasan terhadap perbudakan, demokrasi melawan otoritarianisme, dan keberadaban melawan kebarbaran," ucap Tsao.
Baca juga:
India Akan Ganti Lambang Angkatan Laut
"Jika kita berhasil melawan ambisi China, kita tak hanya bisa mengamankan tanah kita, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap situasi dunia dan perkembangan kehidupan bermasyarakat," lanjutnya.
Tsao juga menilai bakal menjadi "pembantaian internasional, kejahatan perang yang keji, dan kejahatan kemanusiaan" jika China benar-benar menyerang Taiwan.
Sementara itu, Taiwan terus dibayangi ancaman invasi China selama beberapa dekade. Namun, ancaman itu semakin nyata kala China dipimpin Presiden Xi Jinping.
Xi, yang tengah berupaya mengamankan masa jabatan tiga periode, menjadikan Taiwan sebagai tujuan "peremajaan nasional" China.
Bila membandingkan jumlah tentara antara Taiwan dan China, tentara Taipei masih kalah banyak. Tentara angkatan darat Taiwan hanya mencapai 88 ribu, sedangkan China memiliki satu juta tentara.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1851 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1686 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1258 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1119 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah