Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Polisi Ungkap Ciri-ciri Mayat di Pantai Yehembang Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pascapenemuan mayat tanpa identitas oleh nelayan Desa Pengambengan di perairan Pantai Yehembang, Rabu (07/09/2022), pihak Kepolisian Polres Jembrana langsung melakukan penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP. M Reza Pranata mengatakan, penemuan mayat tanpa identitas ini ditemukan oleh nelayan bernama Najmudin (49) yang mau kembali dari melaut di perairan Pantai Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.
"Mayat Mr X sudah dititip di kamar jenazah RSU Negara. Kami masih melakukan pemeriksaan dan mencari informasi masuknya laporan orang hilang," kata Reza Pranata.
AKP Reza menjelaskan dari pemeriksaan bagian luar dokter adapun ciri-ciri dari mayat tersebut diantaranya; jenis kelamin laki laki, postur tubuh gemuk atau bengkak, tinggi badan 170 cm, baju kaos lengan panjang warna abu-abu, merk pada kerah baju bagian dalam "xx-vaiki", celana pendek rebook.
Pada dada tengah, bahu kiri kanan dan leher terdapat tato, menggunakan gigi palsu pada geraham kanan atas 1, geraham kanan bawah 1 dan kiri bawah 1. Pengambilan sidik jari tidak dapat dilakukan karena jari mayat sudah rusak.
"Jika ada masyarakat merasa kehilangan keluarganya, bisa menghubungi atau mendatangi Polres Jembrana," pungkas Reza Pranata.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 668 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 624 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 380 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 322 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun