Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Kasat Reskrim Polres Gianyar Bantah Ada Tajen di Payangan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Di tengah pelarangan judi dari Polri, muncul dugaan ada tajen gelap di Gianyar yang diselenggarakan di Desa Melinggih Kelod, Payangan.
Tajen gelap itu telah diatensi oleh Bid Propam Polda Bali.
Namun Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Aryo Seno Wimoko mengatakan, tajen yang diberitakan di Payangan itu tidak ada.
“Hoax ini, di Gianyar ngga ada tajen yang jalan sampai saat ini sepengetahuan saya,” ujarnya.
Dikatakannya juga, jika pun ada tajen yang berlangsung mungkin itu antar pemain yang mengadakan tetapi pihaknya tidak mengizinkan.
“Mereka (para pemain, red) sembunyi-sembunyi kali. Coba di cek ke Payangan yang diduga tempat main, mirip atau nggak sama di foto berita itu. Setahuku ngga ada arena besar di Payangan. Nggak bener kali itu beritanya,” tegasnya.
Sedangkan, Kapolsek Payangan, AKP I Putu Agus Ady Wijaya juga mengatakan hal yang sama. Bahkan dirinya baru tahu ada berita tersebut dari wartawan yang menanyainya.
“Saya tidak pernah mendapat informasi ada tajen berlangsung di Payangan, saya baru tahu ada berita seperti itu. Kami tidak berani melanggar perintah dari atasan,” katanya.
Ia juga berharap jika memang ada judi tajen yang berlangsung segera menginformasikan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8205 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5694 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3558 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2405 Kali
ABOUT BALI
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben