Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ekspatriat di Bali Ramai-ramai Ganti Mesin Motor BBM ke Listrik
BERITABALI.COM, BADUNG.
Wisatawan Australia dan Eropa tertarik untuk mengganti mesin sepeda motor mereka dari konvensional BBM ke mesin listrik untuk beraktivitas sehari-hari.
Geri Centura, Sales salah satu usaha spesialis konversi mesin sepeda motor BBM ke listrik di Desa Pererenan, Mengwi, Badung mengatakan mereka antusias karena selain akibat harga BBM merangkak naik, juga tidak berisik serta ramah lingkungan.
"Ya wisatawan Australia dan Eropa menyukainya," katanya di Badung.
Para turis yang sebagian sudah menetap atau ekspatriat memilih jenis Vespa untuk dikonversi dibanding motor lainnya lebih mudah dan terlihat lebih klasik.
"Sebagian wisatawan menyukai mesin motor berjenis Vespa dikonversikan karena lebih mudah serta sepeda motor jenis Vespa terlihat lebih klasik," ucapnya.
Untuk lama pengerjaan per unit sepeda motor yang dikonversi membutuhkan waktu satu hingga tiga hari dengan biaya mulai dari Rp18 juta hingga Rp20 juta lebih per unitnya.
Peluang usaha konversi mesin sepeda motor ini disebutnya masih menjanjikan ke depannya terlebih ada peraturan pemerintah untuk beralih dari motor berbahan bakar minyak ke berbasis baterai atau listrik.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2929 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun