Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Kapal Perang Inggris Kunjungi Bali, Ini Agendanya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hari ini, tepatnya 30 September 2022, Kapal patroli lepas pantai His Majesty’s Ship (HMS) Spey dari Inggris dijadwalkan mengunjungi pelabuhan Benoa, Bali.
Kapal terbaru Inggris ini juga datang ke Indonesia mempunyai misi pertukaran budaya dengan TNI Angkatan Laut dan anak-anak dari sanggar tari Bali dari mulai 30 September hingga 3 Oktober 2022.
HMS Spey tengah beroperasi selama lima tahun di kawasan Indo-Pasifik bersama kapal AL Inggris HMS Tamar, bekerja bersama para mitra dan sekutunya untuk membantu mengatasi tantangan di sektor keamanan dan mendukung negara-negara dalam mengatasi dampak perubahan iklim.
Sebagaimana dilansir melalui siaran persnya, HMS Spey diklaim merupakan kapal 'terhijau' dan paling ramah lingkungan di Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Hal ini karena catalytic converter yang dipasang pada corong serapan untuk mengurangi emisi CO2.
HMS Spey baru-baru ini melakukan patroli untuk memerangi penangkapan ikan illegal yang tidak diatur dan tidak dilaporkan, serta melakukan survei lingkungan.
Dua puluh persen awak kapal adalah perempuan. Salah satunya adalah Executive Officer Letnan Komandan Bridget Macnae, yang akan memimpin kedatangan kapal ke Bali.
Letnan Komandan Macnae dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Bali I Wayan Koster dan Pangdam Udaya Mayjen Sonny Aprianto sebagai bagian dari kunjungan kehormatan.
Awak kapal sangat menantikan untuk berpartisipasi dalam tarian Poco Poco dan Maumere bersama TNI Angkatan Laut. Tarian Poco Poco dan Maumere berasal dari Indonesia - yaitu dari Maluku dan Nusa Tenggara Timur - dan sudah sangat mendunia serta menjadi salah satu tarian terpopuler untuk menyatukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.
Baca juga:
Kapal Tenggelam, Korban Tewas Capai 40 Orang
Wakil Komandan Kapal HMS Spey Letnan Komandan Bridget Macnae mengatakan bahwa pihaknya sangat senang mengunjungi Bali. Dan kunjungan ini merupakan pertama setelah 25 tahun yang lalu kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris merapat di Bali.
“Kami sangat menantikan kesempatan untuk pertukaran budaya, olahraga dan tarian-tarian tradisional Indonesia. Kunjungan ini juga merupakan waktu bagi kami untuk memanfaatkan layanan logistik di Bali, mengisi persediaan bahan makanan segar dan bahan bakar yang kami butuhkan untuk HMS Spey agar bisa menjalankan misinya di laut. Kami sangat berterima kasih atas keramahtamahan yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia” ujarnya.
HMS Spey dibangun di galangan kapal Govan, Glasgow, Skotlandia, Inggris yang diluncurkan pada 19 Juni 2019 dan mulai ditugaskan pada 18 Juni 2021.
HMS Spey merupakan Kapal ke-8 yang menyandang nama SPEY. SPEY pertama diluncurkan pada tahun 1814 untuk berperang dalam Perang Napoleon, ditempatkan di St Helena dan Malta.
Spey sendiri merupakan nama sungai sepanjang 107 mil di Dataran Tinggi Skotlandia yang mengalir dari Loch Spey ke Moray Firth. Kapal ini memiliki Panjang 91m dengan kecepatan 25-30 kts dan jangkauan di laut 5500nm/10200km.
Kapal ini juga bisa menampung 60 pelaut dan 50 pasukan tambahan = 110 total. Selain itu kapal ini dilengkapi persenjataan: 1x SEAHAWK A2 30MM Chain Gun; 2x Mark 44 Minigun; 4x Senapan Mesin Serbaguna.
Baca juga:
Kapal Perang AS-Kanada Masuk Selat Taiwan
HMS Spey juga memiliki dek penerbangan yang mampu mendaratkan helikopter Merlin Mark 2 atau Wildcat. (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan