Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Buleleng Siaga Hujan, Lima Desa Masih Kekurangan Air

Kamis, 29 Oktober 2026, 15:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Buleleng Siaga Hujan, Lima Desa Masih Kekurangan Air.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng masih menyalurkan bantuan air bersih ke lima desa yang mengalami kekurangan air akibat kemarau. Di tengah penanganan kekeringan, BPBD juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai berlangsung pada November 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Bali akan dimulai secara bertahap pada November. Sementara itu, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

“Untuk Buleleng diperkirakan mulai masuk musim hujan sekitar November. Puncaknya Desember, Januari sampai Februari,” ujar Suyasa, Kamis (29/10).

Lima desa yang masih membutuhkan pasokan air bersih yakni Desa Tejakula, Sinabun, Madenan, Cempaga, dan Pedawa. Distribusi air dilakukan menggunakan truk tangki dengan dukungan Palang Merah Indonesia (PMI), PDAM, Kementerian Pekerjaan Umum, dan pemerintah provinsi.

Pada Selasa (27/10), Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buleleng Regu III menyalurkan 15.000 liter air bersih ke Desa Sinabun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.500 liter didistribusikan ke Banjar Dinas Menase dan 2.500 liter ke Banjar Dinas Jeroan.

Selain memastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi, BPBD Buleleng mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana selama musim hujan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan peralatan pemangkasan pohon, termasuk gergaji mesin atau chainsaw, untuk menangani pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang.

BPBD juga telah memberikan edukasi kesiapsiagaan kepada masyarakat di sejumlah desa rawan bencana, seperti Gitgit, Pancasari, dan Wanagiri. Surat imbauan turut diedarkan kepada pemerintah desa, kecamatan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) agar melakukan langkah pencegahan secara mandiri.

“Kami sudah melakukan edukasi ke beberapa desa. Kami juga mengedarkan surat kepada desa, kecamatan, termasuk OPD, agar secara mandiri melakukan upaya-upaya penanganan,” kata Suyasa.

Masyarakat diimbau memeriksa kondisi pohon di sekitar rumah dan lingkungan masing-masing, termasuk memangkas cabang yang berpotensi membahayakan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang ketika intensitas hujan dan angin meningkat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami