Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Ramai Pria Rusia Bekukan Sperma Sebelum Berperang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perintah mobilisasi militer oleh Presiden Rusia Vladimir Putin membuat banyak pria dari negara itu mulai melakukan pembekuan atau pengawetan sperma. Para pria langsung bergegas ke klinik reproduksi sebelum menuju zona perang. Mereka dilaporkan tetap ingin memiliki anak meski di masa depan telah meninggal di medan perang.
Kepala dokter dari Pusat Ilmiah dan Praktis untuk Reproduksi di Moskow, Profesor Igor Vinogradov, mengatakan telah terjadi lonjakan permintaan baru untuk menyimpan sperma oleh para pria wajib militer.
Hal yang sama juga disampaikan Dmitry Mazurov, kepala reproduksi di UMMC-Health medical center di Yekaterinburg. Ia mengatakan tren yang sama juga terjadi di luar ibu kota. Bahkan menurutnya, ada setengah lusin klien sehari dibandingkan dengan dua atau tiga bulan di waktu normal.
"Mereka memanggil kami dan menanyakan apakah mungkin untuk mendapatkan konservasi darurat dalam dua jam, tanpa persiapan dan pemeriksaan," katanya, dikutip Senin (3/10/2022).
"Kami telah mengembangkan sistem [untuk orang-orang yang dimobilisasi]. Seorang pria datang ke klinik, mengambil tes, dan kami membekukan sperma, lalu ketika hasilnya datang dan menjadi jelas apakah kita bisa menggunakan bahan ini di masa depan," tambahnya.
Seorang juru bicara di pusat medis St. Petersburg ICLINIC mengatakan mereka memperkenalkan diskon 10% untuk pria yang harus pergi wajib militer.
"Kami telah memperkenalkan promosi sehubungan dengan peristiwa baru-baru ini," kata juru bicara pusat medis tersebut.
Situasi perang di Ukraina masih belum usai. Kyiv mengatakan mereka telah mengepung ribuan tentara Rusia di sekitar kota timur Lyman, dalam sebuah bantahan di medan perang kepada Kremlin sehari setelah mereka memproklamirkan wilayah itu sebagai bagian dari Rusia.
'Pembebasan' Lyman akan menjadi kemunduran besar bagi Rusia setelah Putin memproklamirkan pencaplokan wilayah Donetsk, bersama dengan tiga lainnya, pada sebuah upacara di Moskow beberapa waktu lalu.
Rusia memiliki 5.000 hingga 5.500 tentara di Lyman tetapi jumlah mereka mungkin lebih rendah karena korban dan pasukan yang gagal mencoba keluar, kata juru bicara pasukan timur Ukraina.
Rusia telah menggunakan Lyman sebagai pusat logistik dan transportasi untuk operasinya di utara wilayah Donetsk.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2304 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan