Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
'Harta Karun' Terpendam RI, Tahan 120 Tahun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Indonesia menyimpan 'harta karun' berupa sumber daya alam aspal yang terpendam dan minim eksplorasi di Pulau Buton. Indonesia sendiri tercatat memiliki defisit aspal mencapai 662 juta ton dan diprediksi bisa bertahan sampai 120 tahun. Hal itu apabila konsumsi atau produksi aspal di Indonesia hanya mencapai 5 juta per tahun.
'Harta karun' aspal tersebut dibeberkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Ia menceritakan bahwa, beberapa pekan lalu ia sempat melakukan kunjungan ke Pulau Buton, dan menemukan bahwa terdapat deposit aspal di daerah tersebut yang sebanyak 662 juta ton.
Presiden Jokowi bilang, 662 juta ton aspal tersebut dulunya pernah diolah di Pulau Buton itu, hanya saja pengolahan aspal tersebut disetop. Pengusaha cenderung lebih memilih impor aspal karena alasan lebih murah
"Sehingga 95 persen aspal kita asal impor. Padahal punya deposit di Buton 662 juta ton. Ini benar, 2 tahun lagi saya beri waktu, setop impor aspal, harus semuanya disuplai dari Pulau Buton," terang Presiden Jokowi, Selasa (11/10/2022).
Dengan disetopnya impor aspal, kata Jokowi, ini akan menjadi kesempatan untuk yang ingin berinvestasi di Pulau Buton ini. Di mana bisa segera dibangun industri aspal.
"Pasarnya jelas ada di dalam negeri dan sebagian bisa diekspor. kebutuhan kita 5 juta ton, kalau 5 juta ton per tahun, kita masih memiliki 120 tahun mengelola aspal Buton," ungkap Jokowi.
Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mencatat bahwa tak hanya investor dalam negeri yang tertarik menggarap 'harta karun' milik Indonesia di Pulau Buton. Harta karun yang dimaksud adalah aspal.
Tercatat, saat ini Indonesia dikabarkan memiliki deposit aspal sebanyak 662 juta ton. Diprediksi deposit aspal tersebut bisa bertahan sampai 120 tahun lagi.
Menteri Bahlil menyatakan, sudah ada beberapa investor yang minat untuk mengembangkan industri aspal di Pulau Buton.
"Beberapa negara termasuk nasional kita, Eropa dan Indonesia," terang Bahlil, Selasa (11/10/2022).
Kendati memiliki deposit sebanyak 662 juta ton, saat ini produksi aspal di Pulau Buton tersebut baru mencapai 100.000 ton per tahun. Minimnya produksi lantaran industri lebih memilih untuk melakukan impor, di mana tercatat impor aspal per tahun sampai 5 juta.
Nah, untuk mencapai 5 juta ton per tahun produksi aspal di dalam negeri, Bahlil menyatakan diperlukan investasi sebesar Rp15 triliun - Rp20 triliun.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1995 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun