Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Dubes Rusia untuk RI Ungkap Peluang Putin Hadir di KTT G20 Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva mengungkap peluang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk datang ke Bali menghadiri KTT G20 di Bali pada November mendatang, mengingat situasi di Rusia dan Ukraina kini semakin memanas.
Menurutnya, hal itu sangat bergantung pada situasi keamanan dan kondisi geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Saat berbicara dalam konferensi pers di kediaman Dubes Rusia, di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2022) menjabarkan potensi kedatangan orang nomor satu di Rusia tersebut.
Baca juga:
4 Negara Asia Ini Jadi Musuh Putin
"Jika Anda bertanya kepada saya tentang kunjungan Presiden, partisipasinya (di G20), saya tidak memiliki informasi yang bermanfaat, sangat disayangkan situasi di negara kami dan situasi geopolitik, sehingga keputusan akhir akan diambil pada waktu mendekati acara itu sendiri," terang Vorobieva.
Menurut Vorobieva dirinya tidak bisa memastikan kehadiran langsung Putin dalam KTT G20. Meskipun menurutnya niat Putin untuk hadir tetap ada.
"Saya tidak dapat mengkonfirmasi untuk saat ini. Niatnya memang ada," ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa kehadiran Vladimir Putin akan tergantung situasi keamanan serta kondisi geopolitik terkait konflik dengan Ukraina.
"Pernyataan terakhir dari sekretaris presiden tergantung pada situasi keamanan, dan yang kami maksud bukanlah situasi keamanan di Indonesia, tetapi situasi geopolitik," ujar dia.
Lalu siapa yang akan mewakili Rusia jika Putin tidak hadir? Vorobieva mengatakan Putin mungkin akan diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri atau Perdana Menteri Rusia. Namun, dia menekankan itu bukan pernyataan resmi Pemerintah Rusia.
"Siapa yang akan mewakili Putin? Tebakan saya Menteri Luar Negeri Rusia, ini hanya tebakan saya, bukan keterangan resmi, atau pejabat level tinggi Rusia lainnya, perdana menteri misalnya, kami belum tahu, dan saya sungguh tidak ingin menebak-nebak," tuturnya.
Seperti diketahui kini Rusia Ukraina kembali memanas, setelah jembatan Krimea diledakkan oleh Ukraina beberapa waktu lalu, kini Rusia kembali melancarkan serangan guna melakukan balas dendam.
Sirene serangan udara terdengar di seluruh Ukraina saat negara itu diguncang oleh serangan rudal untuk hari kedua berturut-turut setelah serangan di Jembatan Kerch Krimea.
Menurut outlet berita lokal, peringatan udara terdengar di Ibu Kota Ukraina Kiev, dan sejumlah kota lain diantaranya Zaporizhzhia, Luhansk, Donetsk, dan Odesa.
Ini terjadi setelah serangan Rusia pada Senin pagi menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai 105, juga mengganggu aliran listrik di beberapa daerah. (sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4533 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2346 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1997 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1608 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun