Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Pikap Tabrak Warung Sembako di Kerobokan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Satu unit mobil Pikap Suzuki Carry DK 8466 BA menabrak warung sembako di Jalan Raya Semer, Banjar Peliatan, Kerobokan Kuta Utara, Badung, pada Senin 17 Oktober 2022 pagi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu dan diduga sopir mengendara mobil dengan kecepatan tinggi di tengah hujan gerimis.
Menurut Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana mobil Pick Up yang dikendarai Abdul Rohman (45) bergerak dari arah utara menuju ke selatan sekitar pukul 10.00 WITA. Tiba di TKP mobil berkecepatan tinggi tersebut mendadak oleng ke kanan. Sehingga mobil tersebut menabrak warung sembako milik Saharuddin (50).
"Mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan pada saat itu hujan gerimis. Kendaraan tidak bisa di kendalikan sehingga terjadi out of control (OC)," bebernya.
Dari kejadian itu, warung sembako mengalami kerusakan dan mobil pikap ringsek berat. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Sopir pick up asal Sumberrejo, Lumajang, Jawa Timur hanya mengalami luka-luka dan dadanya terasa sesak.
Warga sekitar segera menolong korban dan melaporkannya ke Polantas Polres Badung. "Sopir Pikap sudah dievakuasi ke RS Garbamed Kerobokan guna mendapatkan perawatan," terangnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4545 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2353 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2006 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1611 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun