Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
AS Ketar-Ketir Putin Bersiap Uji Coba Rudal Nuklir Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia berencana menggelar uji coba rudal nuklir dalam waktu dekat. Amerika Serikat mengaku telah diberitahu oleh Moskow terkait rencana tersebut.
Baca juga:
PM Inggris Rishi Sunak Umumkan Kabinet
AS memprediksi latihan tahunan yang disebut "Grom" ini akan meliputi uji coba rudal nuklir strategisnya. Rusia tercatat pernah menguji coba rudal balistik antar-benua di masa lalu.
Di bawah perjanjian nuklir START Baru, Rusia berkewajiban memberikan pemberitahuan sebelumnya tentang segala jenis uji coba rudal nuklir kepada AS.
"AS telah diberitahu, dan, seperti yang telah kami soroti sebelumnya, ini adalah latihan rutin tahunan oleh Rusia," kata juru bicara Angkatan Udara AS, Brigadir Jenderal Patrick Ryder dalam jumpa pers di Washington pada Selasa (25/10).
Ryder menolak memberikan rincian lebih lanjut soal notifikasi itu dan juga detail uji coba senjata nuklir Negeri Beruang Merah tersebut.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price menekankan Rusia wajib patuh terhadap persyaratan pemberitahuan dalam melakukan uji coba rudal nuklir. Menurutnya pemberitahuan penting agar miskalkulasi dan salah presepsi bisa dihindari karena dapat memicu konflik terbuka.
"Sementara Rusia terlibat dalam agresi tak beralasan dan retorika nuklir sembrono, langkah-langkah pemberitahuan ini memastikan kami tidak terkejut dan mengurangi risiko salah persepsi," kata Price.
Latihan Rusia ini memunculkan tantangan potensial bagi AS dan sekutunya. Sebab, Presiden Rusia Vladimir Putin terus melontarkan ancaman akan menggunakan senjata nuklir untuk membela wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia jika benar-benar diperlukan.
Rusia juga menuduh Ukraina bersiap menggunakan "bom kotor" di wilayahnya sendiri di depan Dewan Keamanan PBB. Tuduhan Moskow itu ditolak mentah-mentah oleh Barat dan Ukraina.
Barat menilai tuduhan Rusia itu sebagai misinformasi dengan dalih meningkatkan eskalasi perang.
Dilansir Reuters, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan tuduhan penggunaan bom kotor menunjukkan niat Rusia merencanakan serangan dengan bahan peledak serupa hingga senjata nuklir "taktis" dengan risiko kerusakan lebih rendah dari nuklir biasanya.
Presiden AS Joe Biden mewanti-wanti Rusia bahwa penggunaan senjata semacam itu akan menjadi "kesalahan yang sangat serius".
"Saya tidak menjamin Anda bahwa ini adalah operasi bendera palsu, kami tidak tahu. Tapi itu akan menjadi kesalahan serius," kata Biden.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2177 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2032 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1508 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1394 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli