Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
AS Ketar-Ketir Putin Bersiap Uji Coba Rudal Nuklir Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia berencana menggelar uji coba rudal nuklir dalam waktu dekat. Amerika Serikat mengaku telah diberitahu oleh Moskow terkait rencana tersebut.
Baca juga:
PM Inggris Rishi Sunak Umumkan Kabinet
AS memprediksi latihan tahunan yang disebut "Grom" ini akan meliputi uji coba rudal nuklir strategisnya. Rusia tercatat pernah menguji coba rudal balistik antar-benua di masa lalu.
Di bawah perjanjian nuklir START Baru, Rusia berkewajiban memberikan pemberitahuan sebelumnya tentang segala jenis uji coba rudal nuklir kepada AS.
"AS telah diberitahu, dan, seperti yang telah kami soroti sebelumnya, ini adalah latihan rutin tahunan oleh Rusia," kata juru bicara Angkatan Udara AS, Brigadir Jenderal Patrick Ryder dalam jumpa pers di Washington pada Selasa (25/10).
Ryder menolak memberikan rincian lebih lanjut soal notifikasi itu dan juga detail uji coba senjata nuklir Negeri Beruang Merah tersebut.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price menekankan Rusia wajib patuh terhadap persyaratan pemberitahuan dalam melakukan uji coba rudal nuklir. Menurutnya pemberitahuan penting agar miskalkulasi dan salah presepsi bisa dihindari karena dapat memicu konflik terbuka.
"Sementara Rusia terlibat dalam agresi tak beralasan dan retorika nuklir sembrono, langkah-langkah pemberitahuan ini memastikan kami tidak terkejut dan mengurangi risiko salah persepsi," kata Price.
Latihan Rusia ini memunculkan tantangan potensial bagi AS dan sekutunya. Sebab, Presiden Rusia Vladimir Putin terus melontarkan ancaman akan menggunakan senjata nuklir untuk membela wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia jika benar-benar diperlukan.
Rusia juga menuduh Ukraina bersiap menggunakan "bom kotor" di wilayahnya sendiri di depan Dewan Keamanan PBB. Tuduhan Moskow itu ditolak mentah-mentah oleh Barat dan Ukraina.
Barat menilai tuduhan Rusia itu sebagai misinformasi dengan dalih meningkatkan eskalasi perang.
Dilansir Reuters, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan tuduhan penggunaan bom kotor menunjukkan niat Rusia merencanakan serangan dengan bahan peledak serupa hingga senjata nuklir "taktis" dengan risiko kerusakan lebih rendah dari nuklir biasanya.
Presiden AS Joe Biden mewanti-wanti Rusia bahwa penggunaan senjata semacam itu akan menjadi "kesalahan yang sangat serius".
"Saya tidak menjamin Anda bahwa ini adalah operasi bendera palsu, kami tidak tahu. Tapi itu akan menjadi kesalahan serius," kata Biden.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1977 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun