Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
Pasukan Putin Rekrut Tahanan dengan HIV dan Hepatitis C
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang Rusia dan Ukraina belum juga usai. Terbaru, badan intelijen militer Ukraina menyebut negara Presiden Vladimir Putin itu terpaksa merekrut tahanan dengan penyakit menular sebagai tentara untuk 'menebus' kerugian.
Layanan pers Intelijen Pertahanan Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan pada Selasa (25/10/2022) bahwa Wagner Group, tentara bayaran Rusia, mulai merekrut sejumlah besar tahanan yang menderita penyakit menular serius seperti HIV dan hepatitis C
"Praktik ini telah menyebar luas. Misalnya, lebih dari seratus narapidana dengan diagnosis HIV atau hepatitis C yang dikonfirmasi telah 'dimobilisasi' ke Grup Wagner dari satu koloni penjara," kata badan intelijen tersebut, dilansir Newsweek, Rabu (26/10/2022).
Para tahanan dilaporkan diberi gelang berwarna untuk membedakan mereka dari tentara lain. Tentara dengan pita merah mengidap HIV, dan pita putih menderita hepatitis. Menurut dugaan Ukraina, mereka tidak diberikan perawatan medis oleh Rusia jika terluka.
Laporan itu mengatakan bahwa Ukraina telah menangkap tentara Rusia yang memiliki penyakit menular tersebut. Namun, klaim ini tidak dapat diverifikasi secara independen.
Wagner Group juga disebut merekrut di koloni-koloni penjara di wilayah Rusia yang jauh, menurut Olga Romanova, kepala kelompok advokasi tahanan Russia Behind Bars.
Romanova mengatakan kepada kantor berita Rusia, Agentstvo, pekan lalu bahwa unit tentara bayaran telah merekrut 5.000 tahanan dalam seminggu. Sebagian besar mereka berasal dari koloni penjara di timur Pegunungan Ural, yang membagi wilayah Eropa dan Asia Rusia.
Dia mengatakan Wagner Group sebelumnya hanya mengirim perwakilan ke bagian Eropa Rusia untuk direkrut, tetapi sekarang sedang mencari untuk merekrut tentara di antara warga negara bekas Uni Soviet, termasuk Belarusia, dan Tajikistan.
Rusia juga berusaha merekrut sukarelawan untuk perang Vladimir Putin melawan Ukraina dari unit kesehatan mental di St. Petersburg, hingga menawarkan insentif uang tunai dan lebih banyak lagi untuk mendorong orang berperang.
Itu terjadi di tengah upaya perekrutan yang lebih besar setelah Putin mendeklarasikan "mobilisasi parsial" di negara itu pada 21 September. Putin mengatakan pada 14 Oktober bahwa "semua kegiatan mobilisasi" di negara itu akan selesai dalam waktu sekitar dua minggu.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8508 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5852 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3670 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2499 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar