Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Ukraina Mau Pakai 'Senjata Rahasia', Minta AS Bujuk Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Keengganan Israel untuk memberikan bantuan militer kepada Ukraina dalam perang melawan Rusia telah membuat Kyiv gerah. Ukraina kini meminta Amerika Serikat (AS) membujuk Israel untuk memberikan bantuan militer ke Kyiv. Hal itu diungkapkan Duta Besar Ukraina untuk Tel Aviv, Evgeny Korniychuk.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar The Hill, yang diterbitkan pada hari Minggu, Korniychuk mengeklaim bahwa AS adalah "satu-satunya negara yang didengarkan oleh Israel", Washington juga harus memastikan bahwa sekutu dekatnya mematuhi sanksi Barat terhadap Rusia.
Mengungkap bahwa ia bertemu dengan duta besar AS untuk Israel setiap minggu, Korniychuk bercanda menyebut Tom Nides sebagai "senjata rahasia" dalam kampanyenya untuk mendorong Israel keluar dari status netralnya.
"Inilah mengapa kami membahas langkah-langkah dukungan yang berbeda, dan sekali lagi, kami perlu mengubah tren utama ini yang membuat posisi Israel berbeda dari dunia demokrasi lainnya, dan memiliki lebih banyak kerja sama teknis militer," katanya, seperti dikutip Russia Today, Senin (31/10/2022).
Duta Besar Ukraina itu mengakui bahwa ada beberapa perkembangan positif dalam hubungan dengan Israel, yang baru-baru ini menawarkan sistem peringatan rudal kepada negaranya. Namun, Ukraina mengharapkan "lebih banyak dari Israel, tentu saja," katanya.
Dia menyatakan harapan bahwa dugaan 'kolaborasi' militer antara Rusia dan Iran di Ukraina - sesuatu yang telah disangkal oleh kedua negara - akan membuat Israel mengubah pendiriannya tentang pasokan senjata.
Pernyataan Korniychuk muncul kurang dari seminggu setelah Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz, mengutip "batasan operasional", menjelaskan kepada mitranya dari Ukraina Alexey Reznikov bahwa Israel tidak akan menyediakan sistem senjata ke Ukraina. Namun, Israel siap untuk terus memasok Kiev dengan bantuan kemanusiaan dan peralatan pertahanan yang menyelamatkan jiwa, kata Gantz.
Rusia, sementara itu, telah secara konsisten memperingatkan Barat agar tidak membantu Ukraina dengan senjata, menjelaskan bahwa itu hanya akan memperpanjang konflik dan menyebabkan korban yang tidak perlu.
Korniychuk mengungkapkan bahwa masalah terpenting kedua baginya, setelah mendapatkan bantuan militer dari Israel, adalah memastikan bahwa Israel memberlakukan pembatasan anti-Rusia. Meskipun Tel Aviv tidak memiliki undang-undang sanksinya sendiri, pemerintahnya mengatakan bahwa negara tersebut melakukan segala yang dapat dilakukannya untuk menjadi bagian dari upaya sanksi internasional.
"Masalah sanksi juga penting dan Amerika berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk memeriksa apakah Israel mengikuti sanksi itu atau tidak," kata Korniychuk.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2185 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2050 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1519 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1406 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli