Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Sudah Bertemu, Si Penghina Rupanya Fans Dewi Perssik Sendiri
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dewi Perssik akhirnya bertemu dengan seorang haters yang menghinanya di media sosial. Pelaku adalah perempuan berinisial W dengan usia sekira 50 tahun-an. Si pelaku menangis bertemu Dewi Perssik. Kondisi ini membuat pelantun "Hikayat Cinta" tersebut tak kuasa menahan haru.
"Agak gimana ya perasaan, jadi nangis-nangis gitu. Saya jadi ikutan nangis," kata Dewi Perssik ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (5/11/2022).
Terkait motif W melakukan penghinaan, pengacara Dewi Perssik, Sandy Arifin membeberkannya. Ia mengatakan, si pelaku tidak sepenuhnya bermaksud menghina biduan 36 tahun ini.
"Dia (pelaku) menyampaikan ingin sekali bertemu dengan Mbak Depe (panggilan ke Dewi Perssik)," kata Sandy Arifin.
Rupanya perempuan tersebut adalah penggemar Dewi Perssik. Padahal merebak kabar jika sosok ini fans Lesti Kejora dan Rizky Billar.
Baca juga:
Tagar #DenisePembohong Trending di Twitter
"Saya tanya apakah kamu salah satu pendukung fans fanatik dari salah satu artis, tapi ternyata mengidolakan Mbak Dewi," tutur Sandy Arifin.
Untuk saat ini, nasib dari si pelaku belum ditentukan. Pertemuan dengan Dewi Perssik hanya sebagai mediasi. Keputusan apakah kasus ini akan berlanjut atau tidak, tergantung dari ibu sang biduan.
"Keputusan di tangan mami. Jadi kita tunggu mami dulu," imbuh Sandy Arifin.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5487 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3474 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2308 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1112 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan