Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
AMSI Bali Dorong GMNI Ambil Peran Cegah Hoaks Pemecah Persatuan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali I Nengah Muliarta mendorong mahasiswa yang tergabung dalam gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengambil peran dalam mencegah penyebaran hoaks yang mengarah pada upaya memecah persatuan bangsa.
GMNI sebagai organisasi mahasiswa ekstra kampus yang mengedepankan nasionalisme mestinya mampu menjadi leader dalam upaya pencegahan dan penangkalan hoaks yang mengancam persatuan bangsa.
“GMNI yang dipenuhi oleh generasi muda yang intelektual dan memiliki kemampuan dan kecakapan digital sudah sepantasnya menjadi agen dalam mencegah kabar yang menghasut dan berpotensi menimbulkan perpecahan,” kata Muliarta yang merupakan mantan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali periode 2014-2017 saat menjadi narasumber dalam Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) GMNI di Denpasar pada Sabtu (12/11/2022).
Muliarta mengingatkan potensi hoaks yang memicu perpecahan sering sekali muncul menjelang perhelatan pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden dan pemilihan umum. Kabar yang disebar tersebut memiliki potensi yang tinggi menimbulkan pertikaian dan perpecahan ditengah masyarakat. Hoaks yang muncul tidak jarang juga sengaja dihembuskan untuk menimbulkan konflik antar agama, apalagi isu agama termasuk sensitive di masyarakat.
“Sebagai generasi nasionalis, menjadi tugas GMNI membangun literasi untuk membangun semangat persatuan melalui konten-konten positif dengan memanfaatkan media sosial yang ada. Termasuk melakukan literasi digital dalam bentuk sosialisasi ke tengah masyarakat,” ujar mantan wartawan VOA ini.
Menurut pria kelahiran Klungkung ini, organisasi mahasiswa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat melakukan pendidikan, sosialisasi, dan literasi ke sekolah hingga organisasi karang taruna. Pendekatan yang dilakukan oleh mahasiswa tentunya akan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Apalagi mahasiswa saat ini memiliki kecakapan digital yang lebih baik.
Organisasi mahasiswa, seperti GMNI juga dapat berkolaborasi dengan relawan anti hoaks lainnya dalam melakukan literasi digital. “AMSI Bali sebagai organisasi media online juga siap untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama melawan hoaks,” tegas Muliarta.
Ia berharap mahasiswa tidak ikut terjebak dalam menyebarkan konten negatif. Mahasiswa sebagai kaum intelektual justru diharapkan dapat menjadi contoh dalam mencegah penyebaran hoaks dan mengajarkan kepada masyarakat cara melakukan verifikasi informasi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4577 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2379 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1640 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1080 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun