Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Penyelam Pecahkah Misteri Suara-Suara Aneh di Bangkai Kapal Titanic
BERITABALI.COM, DUNIA.
Penyelam OceanGate baru-baru ini memecahkan misteri 'blip' sonar yang pertama kali terdengar pada tahun 1998 di dekat bangkai kapal Titanic di Samudra Atlantik Utara setelah tenggelam pada tahun 1912.
Seperti dilansir dari Unilad Minggu (30/10/2022), tahun itu, penyelam yang menyelam mengira itu adalah transmisi sonar di Samudra Atlantik Utara dari kapal karam kedua, fitur geologis atau yang lainnya.
Saat itu, seorang penyelam, Paul Henry Nargeolet merekam sonar misterius 'blip' di dekat lokasi bangkai kapal.
Dia juga menyatakan bahwa sonar mungkin merupakan indikasi bahwa ada kapal karam lagi. Namun, 24 tahun kemudian, para peneliti menemukan bahwa 'blip' itu disebabkan oleh ekosistem bawah laut yang kaya akan hewan laut, karang, lobster, dan ikan.
Sebuah cuplikan video menunjukkan lingkungan yang mengesankan telah ditemukan di kedalaman lebih dari 2.900 meter di lepas pantai Newfoundland, Kanada. Misteri itu berhasil dipecahkan setelah ekspedisi baru yang dilakukan oleh OceanGate Expeditions musim panas lalu ke bangkai kapal mewah.
Titanic tenggelam pada 15 April 1912 setelah menabrak gunung es, menewaskan lebih dari 1.400 orang.(sumber: sindonews.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun