Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
UMKM Gagas Kelor Jadi Teh Suvenir KTT G20 Masuk Nominasi IGA Kemendagri
BERITABALI.COM, NTB.
Teh Moringa Kidom yang terpilih sebagai salah satu UMKM Produsen Official Merchandise G20 tahun 2022 di Bali, yang produknya sudah menyentuh pasar internasional, berhasil tembus sebagai nominasi Innovative Government Award (IGA) tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Teh Moringa Kidom adalah inovasi unggulan non-digital yang berasal dari salah satu UMKM Kota Mataram, CV Tri Jaya Utami. Inovasi ini menggagas kelor sebagai bahan baku utama pembuatan teh.
Oleh CV Tri Jaya Utama, pemanfaatan kelor kini tidak hanya sebatas jadi sayur bening, tapi sudah bisa dimodifikasi untuk dimanfaatkan untuk hal lain seperti Teh Moringa Kidom ini.
Secara kesehatan, teh ini diklaim memilik manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti mencegah hipertensi, mengobati diabetes, hingga gagal ginjal.
Inovasi unggulan dari Kota Mataram berhasil tembus sebagai nominasi Innovative Government Award (IGA) tahun 2022 ini, dipresentasikan langsung oleh Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana secara daring di depan dewan panelis yang dibentuk oleh Kemendagri, Selasa(22/11) lalu.
Inovasi kedua yang juga berhasil tembus sebagai nominasi Innovative Government Award (IGA) tahun 2022, yakni Aplikasi Persalinan Aman, Bayi Sehat, Ibu Berseri dan ANC Rutin USG atau disingkat Permaisuri Dancing, sebuah inovasi dari RSUD Kota Mataram.
Aplikasi Permaisuri Dancing bertujuan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB), serta prevalensi stunting,” ujar Mohan, dalam paparannya yang berdurasi 15 menit.
Lebih lanjut, aplikasi yang sudah tersedia di play store itu, telah dilengkapi dengan Emergency Button atau tombol darurat, yang dapat digunakan sewaktu-waktu ketika terjadi kondisi yang membahayakan pada kehamilan.
Dengan menekan Emergency Button ini, secara langsung aplikasi akan terhubung dengan GPS yang akan memetakan lokasi pelapor, kemudian tim medis dari PSC 119 RSUD Kota Mataram akan mendatangi lokasi pelapor tidak lebih dari 10 menit.
Sejauh ini, aplikasi Permaisuri Dancing sudah terunduh oleh ribuan warga Kota Mataram, dengan jumlah pengguna yang telah mencapai ratusan orang. Dan aplikasi ini gratis.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun