Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Sekutu Putin Sebut AS dan Uni Eropa di Ambang 'Perceraian'
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) terancam renggang akibat sikap salah satu kubu yang dianggap oportunis.
Hal tersebut diungkapkan oleh Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Menurutnya, 'perkawinan' antara AS dan UE kemungkinan besar akan berakhir dengan perceraian, menyusul 'kecurangan ekonomi' yang jelas oleh 'laki-laki alfa', dalam hal ini AS.
Pernyataan tersebut dibuat di tengah sejumlah laporan, menurut media Rusia, yang menyatakan negara-negara UE marah atas apa yang mereka lihat sebagai oportunisme Amerika di tengah krisis Ukraina.
"[AS] tidak berniat membagi pendapatannya. Sebaliknya, dia mencuri simpanan terakhir dari mitranya yang sudah tua dan mengantongi uang tanpa keraguan," tulis Medvedev yang kini menjabat Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia, di saluran Telegram-nya, dikutip Russia Today, Selasa (29/11/2022).
Washington disebut makin membuat kondisi bisnis di dalam negeri menarik bagi perusahaan Eropa dan mendorong negara lain untuk membeli produknya. Sementara itu, pasar barang-barang Eropa menyusut, sebagian karena keputusannya untuk memisahkan diri dari Rusia.
"Kamu tidak bisa benar-benar mempercayai pelanggan kaya itu. Persis seperti itu - Eropa tidak dibolehkan!" tutur MEdvedev.
"UE dapat memutuskan diri dengan pasangannya yang curang dan memulai kehidupan baru yang bebas", imbuh sekutu Presiden Vladimir Putin tersebut.
Hanya saja, katanya, UE kemungkinan besar tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal tersebut. Pekan lalu, Politico menggambarkan kemarahan yang meningkat di UE karena persepsi bahwa Washington mendapat untung dari krisis di antara negara-negara anggota.
Beberapa pejabat senior blok itu kesal dengan fakta bahwa pemasok energi AS menjual gas alam cair (LNG) ke negara-negara UE dengan harga empat kali lebih tinggi daripada di dalam negeri, sementara kontraktor militer diuntungkan dengan menjual lebih banyak senjata ke Ukraina.
Pejabat UE juga menunjuk pada Undang-Undang Pengurangan Inflasi AS dan dampak insentif keuangan untuk bisnis ramah lingkungan yang diberikannya terhadap perusahaan-perusahaan Eropa yang mencoba bersaing.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8188 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5686 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3552 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2403 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan