Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Terlibat Skandal Korupsi, Pemimpin Dunia Ini Tidak Mau Mundur
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa bersikeras mempertahankan kursi kepemimpinannya, meskipun dirinya saat ini dikabarkan terlibat dalam kasus korupsi. Diketahui Presiden Afsel berusia 70 tahun tersebut disebut terlibat dalam sebuah dugaan pencurian pada sebuah bisnis pertanian. Panel ahli hukum setempat memaksa Ramaphosa menjawab dugaan kasus tersebut.
Kendati terlibat dalam skandal kasus korupsi, juru bicara Ramaphosa mengungkapkan bahwa dia akan tetap mempertahankan kursi kepemimpinannya. Bahkan akan terus berjuang mencari dukungan untuk bisa melangkah dalam pemilihan berikutnya pada Kongres Nasional Afrika.
"Presiden Ramaphosa tidak mengundurkan diri karena laporannya yang catat. Dia tidak akan mundur," jelas Vincent Magwenya, juru bicara Ramaphosa, dilansir dari BBC, Minggu (4/12/2022).
"Untuk kepentingan jangka panjang dan keberlanjutan demokrasi konstitusional kita, itu tak bersinggungan dengan kepresidenan Ramaphosa, laporan yang jelas-jelas cacat," kata Magwenya lagi.
Seperti diketahui, skandal mengenai keterlibatan Ramaphosa mencuat pada Juni, ketika mantan bos mata-mata Afrika Selatan, Arthur Fraser mengajukan pengaduan ke polisi yang menuduh presiden menyembunyikan pencurian uang tunai sebesar US$ 4 juta (sekira Rp 61 miliar) dari peternakan Phala Phala miliknya pada tahun 2020.
Ramaphosa pun mengakui bahwa dirinya membawa uang tersebut ke rumahnya, namun jumlahnya sebesar US$ 580.000, bukan US$ 4 juta. Ramaphosa mengklaim uang sebesar US$ 580.000 tersebut berasal dari penjualan kerbau, tapi panel yang dipimpin oleh mantan hakim agung ragu mengenai pernyataan Ramaphosa tersebut.
Temuan panel telah diserahkan ke parlemen, untuk diperiksa dan diputuskan, apakah akan dilakukan pemakzulan terhadap Ramaphosa atau tidak. Ramaphosa pun mendapat tekanan dari oposisi, serta saingan dari Kongres Nasional Afrika yang memerintah, untuk mengundurkan diri.
Rencananya, Ramaphosa akan bertemu dengan badan pimpinan tertinggi Kongres Nasional Afrika besok setelah gagal hadir pada pertemuan sebelumnya. Skandal itu sangat merusak citra Ramaphosa karena dia naik ke tampuk kekuasaan, bersumpah untuk memberantas korupsi yang telah melanda negara di bawah kepemimpinan pendahulunya, Jacob Zuma.
Adapun Kongres Nasional Afrika saat ini terpecah antara pendukung Zuma dan mereka yang mendukung Ramaphosa.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2321 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1961 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun