Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
KSAL Laksamana Muhammad Ali Punya Harta Rp7,2 Miliar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) terpilih Laksamana Muhammad Ali mempunyai harta kekayaan senilai total Rp7,2 miliar. Total kekayaan tersebut Ali laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 31 Maret 2022 saat menjabat Pangkogabwilhan I.
Dilansir dari laman elhkpn.kpk.go.id, Ali mempunyai tanah dan bangunan di Bekasi dengan estimasi nilai Rp1.750.000.000. Status tanah dan bangunan ini merupakan milik sendiri.
Dalam laporan itu, Ali turut mencantumkan kepemilikan tiga unit kendaraan dengan nilai seluruhnya Rp240.000.000.
Terdiri dari Mobil Toyota tahun 2011 senilai Rp150.000.000; Mobil Kia Picanto senilai Rp75.000.000; dan Motor Kawasaki tahun 2014 senilai Rp15.000.000.
Ali yang merupakan mantan ajudan Wakil Presiden ke-11 RI Boediono ini juga memiliki harta bergerak lainnya sejumlah Rp720.000.000 serta kas dan setara kas sejumlah Rp4.516.831.090.
"Total harta kekayaan Rp7.226.831.090," demikian dikutip dari laman elhkpn.kpk.go.id, Rabu (28/12).
Jumlah kekayaan Ali lebih besar dibandingkan laporan LHKPN tertanggal 31 Januari 2020. Saat itu Ali yang menjabat Panglima Komando Armada I mempunyai harta kekayaan sebesar Rp4.319.595.984.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4520 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2335 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun