Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Pemerkosaan Remaja Oleh Enam Pria Berakhir Damai, Korban Diancam
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kasus pemerkosaan remaja perempuan berusia 15 tahun di Brebes, Jawa Tengah, berakhir damai lewat mediasi. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes menyesalkan perkara itu diselesaikan secara damai. Menurut laporan yan diterima DP3KB, remaja perempuan itu diperkosa oleh enam pria.
"Kemarin ada laporan yang masuk ke kami adanya remaja 15 tahun yang diperkosa enam orang. Kemudian kita datangi keluarga korban untuk melakukan pendampingan. Eh, ternyata keluarga mengaku sudah diselesaikan secara damai," kata Sekretaris DP3KB Brebes Rini Pudjiastuti, dikutip dari detikJateng, Selasa (17/1).
Rini mengungkapkan perjanjian damai antara pelaku dan korban diketahuinya saat datang ke rumah korban. Saat itu, dia datang bersama sejumlah anggota Satgas PPA dan staf.
Rini menjelaskan perjanjian damai korban dan pelaku dituangkan dalam surat kesepakatan bermaterai Rp10 ribu. Dalam surat itu, keluarga pelaku menyanggupi membayar sejumlah uang kepada korban sebagai kompensasi.
Selain itu, di dalam surat, keluarga pelaku justru menyatakan akan melaporkan korban ke polisi jika membawa kasus pemerkosaan ini ke jalur hukum. Menurut Rini, keluarga korban pun takut karena ada ancaman tersebut.
"Mereka takut melaporkan karena ada ancaman dilaporkan balik bila membawa kasus ini ke pihak berwajib. Kemudian dari pelaku memberikan sejumlah uang ke korban untuk kompensasi," tuturnya.
Berdasarkan penelusuran Satgas PPA, pemerkosaan itu terjadi pada akhir Desember 2022. Awalnya, korban dijemput oleh dua orang dengan sepeda motor.
Ia dibawa ke sebuah rumah kosong dan dicekoki minuman keras. Kemudian, korban diperkosa secara bergiliran oleh enam orang.
Baca juga:
KPK Periksa Lukas Enembe Sebagai Saksi
Beberapa waktu kemudian, beberapa orang yang mengaku dari sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) mempertemukan keluarga pelaku dan korban. Mereka menginisiasi mediasi damai itu.
Kepala Desa setempat, Ardi, mengatakan mediasi berlangsung di rumahnya.
"Mediasi berlangsung di rumah saya. Keluarga korban dan keluarga pelaku kumpul dimediasi oleh LSM. Sebelum ada kesepakatan, saya sudah bilang kalau mau dibawa ke jalur hukum ya kita persilakan," katanya.
Sementara itu, sekelompok masyarakat sudah mengadukan pemerkosaan ke Polres Brebes. Mereka meminta polisi menangani kasus tersebut.
Namun, Polres Brebes belum menjelaskan penanganan yang sudah dilakukan polisi.
"Baru pengaduan dari masyarakat," kata KBO Reskrim Polres Brebes Iptu Puji Haryati.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2320 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1960 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1035 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun