Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Puncak Piodalan Patung Bayi Sakah Dipuput Tiga Pedanda
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Puncak piodalan Padudusan Agung di Arca Brahma Lelare atau Patung Bayi Sakah di Banjar Blahtanah Desa Adat Ganggangan Cangi Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati berlangsung, Selasa (24/1). Pelaksanaan upacara dipuput oleh tiga Ida Pedanda.
Ketua Panitia I Wayan Rija, Senin (23/1) menjelaskan puncak piodalan dipuput Ida Pedanda Jelantik Lila Arsa Gria Sukawati, Ida Pedanda Griya Babakan Angkling dan Ida Pedanda Istri Kania Abiansemal. Prosesi upacara dilengkapi wewalian Topeng, Wayang, Baris Gede, Rejang Dewa, dan Gambuh.
Dijelaskan Wayan Rija, piodalan Padudusan Agung ini digelar atas inisiatif Krama setempat. Mengingat patung setinggi 6 meter ini diperkirakan telah berusia 33 tahun.
“Tepatnya kami belum ketahui, dari cerita para tetua kami patung ini mulai dibangun sekitar Tahun 1989,” ujarnya.
Selama itu pula, Krama setempat telah merasakan kedamaian dan ketentraman sehingga merasa patut untuk mempersembahkan upacara ini.
“Selama ini kami yakini beliau sudah menganugerahi keselamatan untuk Krama. Bahkan umat seluruh Bali banyak yang kesini. Konon banyak yang merasa terpenuhi harapan-harapan mereka,” ungkapnya.
Selain pemedek yang datang dengan doa tertentu, ada pula masyarakat umum yang mohon keselamatan karena hampir setiap hari melintas di Jalan Raya Sakah.
“Itu kembali ke sugesti masing-masing orang,” ujarnya.
Saat puncak piodalan, dilakukan penutupan arus lalu lintas di Jalan Raya Sakah, Sukawati, Gianyar pada Sabtu. “Kami sudah koordinasi dengan Polsek Sukawati. Bagi semeton yang akan melintas, harap mencari jalur alternatif lain,” jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 588 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 464 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan