Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Gempa di Turki, Arab Saudi Sibuk Bombardir Negara Ini
BERITABALI.COM, DUNIA.
Di tengah duka Turki dan Suriah yang baru saja diguncang gempa dahsyat M 7,8, ketegangan militer kembali terjadi di Timur Tengah. Kali ini, memanasnya hubungan politik dipicu oleh manuver Arab Saudi.
Pada Selasa, (7/2/2023), Riyadh meluncurkan serangan ke arah distrik Shadaa di wilayah Yaman. Dalam serangan itu, dua orang tewas dan tiga lainnya terluka.
Sumber militer pemerintah Sanaa mengatakan Saudi juga sempat melakukan operasi infiltrasi di di distrik Maqbana, sebelah barat Taiz. Namun, upaya itu digagalkan.
"Pasukan agresi dan tentara bayaran mereka melakukan 63 pelanggaran baru terhadap perjanjian Al-Hudaydah selama 24 jam terakhir," kata sumber tersebut kepada media Lebanon, Al Mayadeen.
"Pasukan koalisi pimpinan Saudi membom daerah yang dikuasai tentara dan komite di selatan Al-Hudaydah dengan 11 peluru artileri," tambahnya.
Saudi sendiri telah terlibat dalam serangan ke Yaman sejak 2015 lalu. Negara yang saat ini dipimpin Raja Salman dan anaknya Mohammed Bin Salman (MBS) itu ikut serta lantaran dimintai pertolongan oleh Presiden Yaman saat itu, Abdrabbuh Mansur Hadi, untuk melawan pemberontak Houthi.
Houthi dipercayai mendapatkan sokongan dari Iran. Kelompok itu juga telah menguasai bagian besar Yaman.
Laporan lembaga pengamat Oxfam mengatakan Yaman telah menjadi tujuan serangan rudal sejak Januari 2021 hingga akhir Februari 2022. Negara itu juga mengalami lebih dari empat serangan bersenjata terhadap warga sipil setiap hari.
Laporan tersebut menemukan bahwa serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi menggunakan senjata yang hanya dipasok oleh Inggris dan AS.
Sementara itu, distrik Shadaa telah menjadi target bagi Saudi untuk diserang akhir-akhir ini. Daerah tersebut telah mengalami penembakan selama berminggu-minggu sehubungan dengan pembicaraan tidak langsung antara Arab Saudi dan Yaman mengenai gencatan senjata yang telah berakhir.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4472 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2267 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1572 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1555 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun