Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Satu WNI Tewas Akibat Gempa Dahsyat Turki
BERITABALI.COM, DUNIA.
Satu warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan tewas akibat gempa dahsyat magnitudo 7,7 yang mengguncang Turki.
Kedutaan Besar RI (KBRI) Turki di Ankara melaporkan WNI bernama Nia Marlinda asal Bali meninggal dunia bersama keluarganya yang terdiri dari satu anak dan suami warga negara Turki. Mereka meninggal dunia setelah tertimpa puing-puing bangunan di Kahramanmaras, Turki.
"Satu WNI atas nama Nia Marlinda asal Bali dan seorang anak berusia satu tahun serta suami Warga Negara Turki di Kahramanmaras ditemukan meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan," demikian pernyataan KBRI Ankara, Rabu (8/2).
KBRI Ankara menyatakan tim evakuasi yang dipimpin Kolonel Amir, Atase Pertahanan RI KBRI Ankara, telah memastikan pemulasaraan korban. KBRI juga telah mengomunikasikan kabar tersebut kepada keluarga yang bersangkutan.
"Almarhumah dan keluarga akan dimakamkan hari ini di Kahramanmaras," bunyi keterangan KBRI Ankara.
Turki diguncang gempa bermagnitudo 7,7 pada Senin (6/2) pukul 04.17 waktu setempat. Pusat gempa berada di Provinsi Gaziantep, yang berdekatan dengan Suriah.
Sejauh ini, korban meninggal dunia di dua negara tersebut mencapai 8.764 jiwa. Rinciannya, 6,234 di Turki dan 2,530 di Suriah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4472 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2267 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1572 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1523 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun