Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jadi Musuh Pejuang Diet, Benarkah Sarapan Bikin Gemuk?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Banyak orang pilih tidak sarapan dengan dalih sedang diet untuk menurunkan berat badan. Apalagi ada anggapan sarapan bisa membuat tubuh lebih gemuk, memang iya?
Anggapan ini dibantah langsung Ketua Pergizi Pangan, Prof. Hardinsyah yang mengatakan selama makanan yang dikonsumsi bergizi seimbang, maka sarapan tidak akan membuat berat badan bertambah jika menerapkan makanan sehat.
"Untuk orang dewasa terutama, katanya sarapan bikin gemuk. Itu anggapan yang tidak benar. Justru harus sarapan sehat. Nasi goreng saja misalnya, tapi ditambah protein, sayuran atau serat," ujar Prof. Hardinsyah dalam acara Program Sarapan Berisi Blueband di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2023).
Jika tidak percaya, ia menyarankan untuk mencoba sarapan rutin, dan minimal mencobanya selama sepekan atau selama 7 hari maka akan bisa terlihat efeknya. Apalagi kata Prof. Hardinsyah, anjuran kebiasaan sarapan ini sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 41 tahun 2014.
"Awalnya hari sarapan nasional tapi tidak memiliki efek, makanya kita coba sepekan sarapan nasional," papar Prof. Hardinsyah
Tapi sayangnya meski ada Permenkes tersebut, Prof. Hardinsyah masih menemukan fakta 7 dari 10 anak Indonesia tidak mengonsumsi makanan sehat. Bahkan ada anggapan pagi hari sudah konsumsi teh manis dan biskuit maka dianggap sudah sarapan, padahal itu bukanlah sarapan sehat.
"Karena sarapan sehat itu kegiatan makan minum yang aman dan bergizi, paling tidak memenuhi 15 hingga 35 persen dari kebutuhan gizi harian yang dilakukan setiap hari," paparnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, SpGK menjelaskan jika tolok ukur sarapan sehat adalah makan minum yang mengandung gizi seimbang, dari mulai karbohidrat, protein, serat hingga lemak tak jenuh.
"Isinya nggak hanya karbohidrat. Apalagi anak-anak butuh juga sumber protein. Kalau tidak sarapan, bagaiaman dia memenuhi kebutuhan tubuh sehari-hari. Oke karbohidrat kita penuhi, protein bisa apa saja, misal telur. Jangan lupa, kita tetap butuh lemak. Lemak tidak jenuh itu bisa lemak omega 3 dan 6, makanya disebut lemak esensial," jelas dr. Cindiawaty.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun