Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Lukisan Antik 3D Karya Lanang Mantra Dikoleksi Tokoh Hingga Wagub Bali
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seniman daur ulang atau "recycle" I Gusti Lanang Mantra kembali menelorkan karya fenomenal. Kali ini bukan busana atau gaun dari bahan bekas yang ia buat. Melainkan sebuah lukisan yang ia sebut sebagai lukisan tiga dimensi (3D).
Menurut Lanang Mantra, lukisan tiga dimensinya itu berbeda dari lukisan pada umumnya yang hanya mengandalkan goresan warna di atas kanvas. Lukisan yang ia buat ini memadukan teknik menggambar dengan bentuk objek yang ditimbulkan di atas kanvas.
"Untuk membuat lukisan 3 dimensi ini saya tetap menggunakan kain sisa. Tapi tidak kain bekas ya, itu kain sisa buat wardrobe untuk model. Bentuk lukisannya timbul jadi kelihatannya gambar lukisan nyata keluar dari kanvasnya," ujar pria asal Banjar Menanga Kawan, Desa Menanga, Rendang, Karangasem itu, Selasa (7/3/2023).
Untuk satu buah lukisan, ia bisa menyelesaikan dalam waktu 7 hari, tergantung tingkat kerumitannya. Selama ini pengerjaan luskisan hanya dilakukan pada pagi dan sore hari sepulang dari kantor tempatnya bekerja.
"Ada 7 lukisan yang sudah selesai, satu lukisan jadi koleksi Wakil Gubernur Bali, Cok Ace. Kemarin ada juga tokoh dari Karangasem yang ambil satu lukisan, " kata Lanang Mantra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4376 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1441 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 967 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 903 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun