Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
Perang Rusia-Ukraina Disebut Bakal Meluas ke Negara Eropa Lain
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang Rusia dan Ukraina diperkirakan akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Negara Eropa lain, Moldova, mungkin bakal terseret ke konflik tersebut.
Media pemerintah Rusia, Russia Today, mengklaim Eropa Timur berada di ambang perang mencakup Moldova dan Transnistria.
Ketegangan di Moldova meningkat usai Rusia menuding Ukraina melakukan operasi bendera palsu dan tengah mempersiapkan provokasi bersenjata melawan Transnistria dalam waktu dekat.
Operasi bendera palsu biasanya dilakukan dengan menyamarkan dalang di balik satu serangan. Tindakan semacam ini biasanya digunakan satu pihak untuk memvalidasi serangan mereka.
Serangan tersebut dilaporkan akan dipimpin Angkatan Bersenjata Ukraina dan resimen Azov.
"Serangan Rusia yang muncul di wilayah Transnistria menjadi dalih [Ukraina] menginvasi," demikian menurut Kementerian Pertahanan Rusia pada Februari lalu.
Pernyataan itu berlanjut, "Kelompok Ukraina berpartisipasi dalam invasi bertahap akan disamarkan dengan seragam Angkatan Bersenjata Rusia."
Sehari kemudian, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan peralatan personel militer Ukraina dalam posisi siap di perbatasan Ukraina-Pridnestrovian.
"Kami memperingatkan Amerika Serikat, NATO, dan Ukraina atas langkah-langkah berikutnya," demikian pernyataan Kemlu Rusia, seperti dikutip Newsweek, Senin (6/3).
Rusia, lanjut dia, akan merespons setiap provokasi tetapi lebih memilih solusi diplomatik yang damai.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Oleksiy Danilov mengatakan secara militer pihaknya bisa membantu Moldova dan Transnistria.
Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina menghargai kemerdekaan negara lain dan mengakui bahwa Transnistria bagian dari Moldova.
"Rusia memprovokasi kami untuk memasuki wilayah Republik Moldova. Namun, Rusia sendiri bisa menginvasi dari wilayah Transnistria," kata Zelensky, dalam laporan RT.
Transnistria secara sepihak memisahkan diri dari Moldova pada 1990, saat negara itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet.
Namun, mereka tak pernah diakui secara internasional. Dunia masih mengakui Transnistria sebagai wilayah kedaulatan Moldova.
Setelah Uni Soviet runtuh, separatis pro-Rusia melancarkan perang melawan pasukan pemerintah Moldova. Sejak itu, sekitar 1.500 tentara Rusia ditempatkan di Transnistria.
Menanggapi desas-desus serangan tersebut, Perdana Menteri Moldova Dorin Recean tak ambil pusing.
"Ini lebih merupakan bagian dari perang informasi, perang hibrida. Hari ini, tidak ada bahaya eskalasi militer di Moldova dan risiko bisa dicegah," ungkap dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8282 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5730 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3577 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2423 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar