Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Perang Rusia-Ukraina Disebut Bakal Meluas ke Negara Eropa Lain
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang Rusia dan Ukraina diperkirakan akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Negara Eropa lain, Moldova, mungkin bakal terseret ke konflik tersebut.
Media pemerintah Rusia, Russia Today, mengklaim Eropa Timur berada di ambang perang mencakup Moldova dan Transnistria.
Ketegangan di Moldova meningkat usai Rusia menuding Ukraina melakukan operasi bendera palsu dan tengah mempersiapkan provokasi bersenjata melawan Transnistria dalam waktu dekat.
Operasi bendera palsu biasanya dilakukan dengan menyamarkan dalang di balik satu serangan. Tindakan semacam ini biasanya digunakan satu pihak untuk memvalidasi serangan mereka.
Serangan tersebut dilaporkan akan dipimpin Angkatan Bersenjata Ukraina dan resimen Azov.
"Serangan Rusia yang muncul di wilayah Transnistria menjadi dalih [Ukraina] menginvasi," demikian menurut Kementerian Pertahanan Rusia pada Februari lalu.
Pernyataan itu berlanjut, "Kelompok Ukraina berpartisipasi dalam invasi bertahap akan disamarkan dengan seragam Angkatan Bersenjata Rusia."
Sehari kemudian, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan peralatan personel militer Ukraina dalam posisi siap di perbatasan Ukraina-Pridnestrovian.
"Kami memperingatkan Amerika Serikat, NATO, dan Ukraina atas langkah-langkah berikutnya," demikian pernyataan Kemlu Rusia, seperti dikutip Newsweek, Senin (6/3).
Rusia, lanjut dia, akan merespons setiap provokasi tetapi lebih memilih solusi diplomatik yang damai.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Oleksiy Danilov mengatakan secara militer pihaknya bisa membantu Moldova dan Transnistria.
Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina menghargai kemerdekaan negara lain dan mengakui bahwa Transnistria bagian dari Moldova.
"Rusia memprovokasi kami untuk memasuki wilayah Republik Moldova. Namun, Rusia sendiri bisa menginvasi dari wilayah Transnistria," kata Zelensky, dalam laporan RT.
Transnistria secara sepihak memisahkan diri dari Moldova pada 1990, saat negara itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet.
Namun, mereka tak pernah diakui secara internasional. Dunia masih mengakui Transnistria sebagai wilayah kedaulatan Moldova.
Setelah Uni Soviet runtuh, separatis pro-Rusia melancarkan perang melawan pasukan pemerintah Moldova. Sejak itu, sekitar 1.500 tentara Rusia ditempatkan di Transnistria.
Menanggapi desas-desus serangan tersebut, Perdana Menteri Moldova Dorin Recean tak ambil pusing.
"Ini lebih merupakan bagian dari perang informasi, perang hibrida. Hari ini, tidak ada bahaya eskalasi militer di Moldova dan risiko bisa dicegah," ungkap dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2002 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1837 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1365 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1245 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah