Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Desa Adat Siangan Rancang Ngaben Dadakan, Biaya Cukup Rp14 Juta
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Desa Adat Siangan, Kecamatan Gianyar akan meluncurkan program untuk meringankan beban masyarakat dalam upacara pengabenan.
Untuk mewujudkan itu, Desa Adat Siangan bekerja sama dengan LPD Siangan dan Bupda (Baga Padruen Desa Adat) selaku penyedia sarana upacaranya. Dana yang diperlukan per jasad dirancang sebesar Rp14 juta.
Bendesa Adat Siangan, I Made Sudana, program ini sinergi antara LPD dengan Bupda. “Uang atau modal dari LPD. Kemudian Bupda menyiapkan sarana banten,” jelasnya.
Dengan melibatkan Bupda, estimasi biaya ngaben dadakan cukup Rp14 juta. Jadi masyarakat yang memiliki kematian tidak perlu disibukkan dengan urusan banten lagi.
“Urusan banten nanti, serati (juru banten) yang membuat. Ngaben yang kami tawarkan dengan biaya Rp14 juta itu tingkat Nuasta Geni, sampai ngayut,” ungkapnya.
Pertimbangan yang dilakukan oleh desa adat, agar krama ringan. “Era baru ini sudah berbeda. Supaya tidak nyangu banjar, sebelum jam 11.00, krama budal, jadi Krama tidak memikirkan makan siang,” ungkapnya.
Untuk dana, bagi yang tidak punya uang cash, maka akan diambil dari LPD. Keluarga yang berduka bisa berutang di LPD. “Cara melunasi, misalnya ada orang makte aban-aban, gula, kain, bisa dijual ke Bupda. Sisanya bisa dibayar utang dibayar selanjutnya,” ungkapnya.
Dengan program itu, maka akan efektif dan efesien. “Jadi yang berdagang, bisa medagang, megae di hotel bisa. Jadi bisa datang di hari H. Jadi krama tidak terikat,” jelasnya.
Pihak desa sekaligus akan menyosialisasikan program ngaben dadakan termasuk awig desa. “Kami akan ajak prajuru, saba dan kerta, jadi satu visi, satu bahasa,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 585 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 459 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan