Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Belanja Pegawai Karangasem 2027 Turun Rp52,44 Miliar

Rabu, 4 November 2026, 14:20 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Belanja Pegawai Karangasem 2027 Turun Rp52,44 Miliar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Alokasi belanja pegawai dalam Rancangan APBD (RAPBD) Kabupaten Karangasem Tahun Anggaran 2027 dirancang sebesar Rp876,20 miliar. Jumlah tersebut turun Rp52,44 miliar dibandingkan alokasi tahun sebelumnya.

Penurunan belanja pegawai menjadi salah satu perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karangasem dalam pembahasan rancangan anggaran daerah.

Dalam pandangan umum terhadap Nota Keuangan dan RAPBD 2027 pada rapat paripurna DPRD Karangasem, Senin (2/11/2026), Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah daerah menjelaskan dasar perhitungan penyesuaian tersebut.

Pandangan fraksi yang dibacakan I Gede Parwata menekankan perlunya memastikan penurunan anggaran didasarkan pada kebutuhan riil. Hal itu mencakup kemungkinan efisiensi dan restrukturisasi birokrasi, jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun, maupun pergeseran pembiayaan ke pos anggaran lainnya.

"Fraksi PDI Perjuangan meminta penjelasan rinci mengenai faktor penyebab penurunan ini, apakah murni hasil efisiensi restrukturisasi birokrasi, penyesuaian pensiun, atau ada pergeseran beban pembiayaan," ujar Parwata.

Belanja Barang dan Jasa Naik Rp61,27 Miliar

Selain belanja pegawai, Fraksi PDI Perjuangan mencermati peningkatan alokasi belanja barang dan jasa sebesar Rp61,27 miliar menjadi Rp505,78 miliar dalam RAPBD 2027.

Secara keseluruhan, belanja operasi dirancang sebesar Rp1,457 triliun atau meningkat sekitar Rp38,18 miliar. Sementara itu, belanja modal naik Rp120,03 miliar menjadi Rp247,65 miliar.

Fraksi PDI Perjuangan menekankan agar komposisi belanja daerah tetap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur dasar, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

"Penyusunan APBD harus berorientasi pada kepentingan masyarakat, mulai dari perbaikan infrastruktur dasar, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan," imbuhnya.

Fraksi PDI Perjuangan pada prinsipnya menerima RAPBD 2027 untuk dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme dan jadwal yang ditetapkan, dengan tetap menyampaikan sejumlah catatan kepada pihak eksekutif.

Bupati Jelaskan Penyesuaian Anggaran

Menanggapi pandangan tersebut, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menjelaskan bahwa struktur APBD terdiri atas belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.

Terkait penurunan belanja pegawai, Bupati yang akrab disapa Gus Par itu menyampaikan bahwa penyesuaian dilakukan berdasarkan kebutuhan dan perhitungan penganggaran, dengan mempertimbangkan jumlah pegawai, dinamika kepegawaian, serta komponen belanja pegawai lainnya.

Sementara itu, peningkatan belanja barang dan jasa diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program prioritas serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Kami berkomitmen memastikan penggunaannya efisien, tepat sasaran, dan tidak berorientasi pada belanja rutin maupun seremonial yang tidak produktif," jelas Gus Par.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami